Bogor (BimasHindu) -Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu (Ditjen Bimas Hindu) Kementerian Agama menggelar Rapat Koordinasi Persiapan Kegiatan Hari Suci Tumpek Uye sebagai wujud nyata implementasi harmoni antara manusia dan alam dalam sistem ekoteologi. Kegiatan yang mengusung semangat "Harmoni Parahyangan" ini direncanakan akan dipusatkan di Pura Parahyangan Agung Jagatkarta, Tamansari, Bogor (24/01/2026).
Rapat koordinasi ini dihadiri langsung oleh Sekretaris Ditjen Bimas Hindu, Direktur Urusan Agama Hindu, Kasubdit Kelembagaan Hindu, Kasubdit Penyuluhan Hindu, serta jajaran pengempon Pura Parahyangan Agung Jagatkarta.
Dalam arahannya, Sekretaris Ditjen Bimas Hindu menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap Asta Cita Presiden dan Asta Protas Kementerian Agama, khususnya pada poin Ekoteologi.
"Ekoteologi adalah upaya mengharmonikan alam dengan manusia guna menjaga kemurnian alam itu sendiri. Menteri Agama sering menyampaikan bahwa Hindu sangat dekat dengan konsep ini melalui ajaran Tri Hita Karana. Kami di Ditjen Bimas Hindu terus menggalakkan momentum ini melalui perayaan Tumpek Uye dan Tumpek Wariga," ujarnya.
Direktur Urusan Agama Hindu menambahkan bahwa umat Hindu pada dasarnya telah memiliki napas harmoni dengan alam. Kegiatan ini menjadi panggung untuk menunjukkan implementasi nyata dari ajaran tersebut.
"Rangkaian acara akan dikemas dalam bentuk Simakrama atau temu wicara, tradisi Ngelawar bersama Dirjen Bimas Hindu, hingga aksi lingkungan berupa penanaman 1.200 pohon dan pelepasan kurang lebih 500 ekor burung di area Pura," jelasnya.
Selain aksi tanam dan lepas satwa, rapat juga mendiskusikan keberlanjutan lingkungan melalui sistem pengolahan sampah organik di area pura. Kedepannya, sampah sisa kegiatan persembahyangan akan dikelola secara mandiri agar menjadi pupuk, sehingga sirkulasi ekosistem di Pura Jagatkarta tetap terjaga.
Pihak Pengempon Pura Parahyangan Agung Jagatkarta menyatakan kesiapan penuh untuk menyukseskan agenda besar ini. Mereka berharap kegiatan ini dapat menjadi magnet bagi umat Hindu di wilayah Jawa Barat untuk hadir dan berpartisipasi aktif dalam menjaga kelestarian alam.
"Kami siap memberikan dukungan logistik dan personil yang diperlukan. Harapannya, sinergi antara pemerintah dan umat di akar rumput dapat berjalan selaras demi kelancaran acara," ungkap perwakilan Pengempon Pura.
Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama berharap tercipta kesadaran kolektif bahwa menjaga alam bukan sekadar kewajiban ekologis, melainkan bagian tak terpisahkan dari ibadah dan keyakinan religius.