Yogyakarta (BIMAS HINDU) - Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama, Prof. I Nengah Duija, menghadiri Prambanan Shiva Festival 2026 dalam rangka Perayaan Hari Suci Sivaratri yang digelar di Kompleks Candi Prambanan, Sabtu (17/1/2026). Kehadiran Dirjen Bimas Hindu tersebut mewakili Menteri Agama dalam pembukaan dan rangkaian kegiatan festival.
Prambanan Shiva Festival 2026 merupakan kegiatan nasional yang memadukan persembahyangan Sivaratri, dharma wacana, pagelaran seni budaya, serta diskusi keagamaan dan kebudayaan. Festival ini diselenggarakan sebagai bentuk penguatan nilai spiritual keagamaan umat Hindu sekaligus upaya pelestarian warisan budaya bangsa yang memiliki nilai historis tinggi.
Dalam sambutannya, Dirjen Bimas Hindu Prof. I Nengah Duija menyampaikan Sivaratri dengan tema “Worship and Glorify Shivagrha”. Ia menegaskan bahwa perayaan Sivaratri tidak hanya dimaknai sebagai ritual tahunan, tetapi juga sebagai momentum refleksi untuk pembentukan karakter, penguatan etika, serta peningkatan kualitas spiritual umat.
Dirjen Bimas Hindu, menekankan bahwa Sivaratri merupakan ruang kontemplasi mendalam bagi umat Hindu untuk memohon tidak hanya keselamatan pribadi, tetapi juga kesejahteraan seluruh alam semesta (moksartham jagadhitaya). Nilai ini mencerminkan ajaran universal Hindu yang menempatkan harmoni antara manusia, alam, dan Tuhan sebagai tujuan utama kehidupan beragama.
Lebih lanjut, perayaan Sivaratri juga dikaitkan dengan program prioritas Kementerian Agama, khususnya penguatan ekoteologi dan cinta kemanusiaan. Ekoteologi dipahami sebagai kesadaran teologis bahwa alam semesta adalah ciptaan Tuhan yang suci dan wajib dijaga dengan penuh tanggung jawab spiritual. Sementara itu, cinta kemanusiaan diwujudkan melalui sikap toleran, empati, solidaritas sosial, serta penolakan terhadap segala bentuk kekerasan dan intoleransi.
Dalam konteks ajaran Hindu, nilai-nilai Sivaratri juga sejalan dengan konsep Panca Krtya Dewa Siva, yaitu Srsti (mencipta), Sthiti (memelihara), Samhara (melebur), Tirobhava (mengendalikan ego), dan Anugraha (pembebasan serta kesejahteraan). Kelima prinsip tersebut menjadi pedoman etis bagi umat dalam membangun kehidupan pribadi, sosial, dan kebangsaan yang harmonis.
Prambanan Shiva Festival 2026 dihadiri oleh Wamen Kebudayaan Giring Ganesha, Wamen Pariwisata Ni Luh Puspa, Ketua Pengurus Harian PHDI, Pimpinan Lembaga Pradah, KMHDI, Ketua STAHN Klaten, Pembinas DIY, Pembimas Jawa Tengah, dan umat hindu dari berbagai daerah. Kehadiran ini mencerminkan kuatnya semangat kebersamaan dan persatuan dalam perayaan hari suci keagamaan.
Selain persembahyangan dan dharma wacana, festival ini juga diisi dengan pagelaran seni budaya, pameran, serta diskusi tematik yang mengangkat nilai-nilai filosofi Sivaratri sejarah Candi Prambanan, serta peran warisan budaya dalam kehidupan masa kini dan generasi mendatang.
Melalui penyelenggaraan Prambanan Shiva Festival 2026, pemerintah berharap Candi Prambanan semakin diteguhkan sebagai pusat peribadatan Hindu Nusantara dan dunia, sekaligus menjadi ruang edukasi publik tentang nilai-nilai luhur agama Hindu yang bersifat universal.
Pesan suci Sivaratri yang digaungkan dari Prambanan diharapkan dapat menginspirasi umat untuk terus membangun kehidupan beragama yang damai, harmonis, berbudaya, serta berwawasan lingkungan, sejalan dengan semangat moderasi beragama dan persatuan bangsa Indonesia.