JAKARTA (Bimas Hindu) - Umat Hindu melaksanakan persembahyangan Hari Suci Saraswati yang dirangkaikan dengan Pujawali ke-93 di Pura Aditya Jaya Rawamangun, Jakarta Timur, Sabtu (4/4/2026). Persembahyangan ini menjadi momentum untuk memperkuat sraddha dan bhakti umat sekaligus meneguhkan pentingnya ilmu pengetahuan dalam kehidupan.
Dalam Dharma Wacana, Dirjen Bimas Hindu Prof. I Nengah Duija menyampaikan apresiasi terhadap semangat umat dalam melestarikan seni budaya yang ditampilkan dalam rangkaian perayaan.
“Saya merasa sangat berbahagia dapat hadir dan menyaksikan secara langsung berbagai penampilan seni yang ditampilkan pada hari ini. Apa yang kita saksikan bersama menunjukkan bahwa semangat berkesenian umat Hindu sangat luar biasa,” ujar Prof. Duija.
Dirjen Bimas Hindu juga mengapresiasi keterlibatan seluruh pihak dalam menyukseskan kegiatan tersebut dan berharap dukungan terhadap pengembangan kegiatan keagamaan dan kesenian umat terus berlanjut.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi. Kami berharap dukungan, termasuk dari pemerintah, dapat terus mengalir untuk kemajuan kegiatan keagamaan umat,” katanya.
Lebih lanjut, Prof. I Nengah Duija menegaskan bahwa Hari Suci Saraswati tidak hanya dimaknai sebagai perayaan seremonial, tetapi sebagai pengingat pentingnya ilmu pengetahuan dalam kehidupan.
“Saraswati adalah simbol ilmu pengetahuan. Tanpa aksara, kita tidak dapat membaca, memahami ilmu pengetahuan, dan mengembangkan peradaban,” tegasnya.
Menurutnya, nilai-nilai Saraswati harus diimplementasikan melalui kebiasaan membaca dan belajar sepanjang hayat, terutama di tengah tantangan modernisasi dan perkembangan teknologi.
“Membaca adalah jendela dunia. Dengan membaca, wawasan kita terbuka, pengetahuan bertambah, dan kebijaksanaan berkembang,” ujarnya.
Hari Suci Saraswati ini merupakan bagian dari rangkaian hari raya keagamaan umat Hindu yang akan dilanjutkan dengan Banyu Pinaruh, Soma Ribek, Sabuh Emas, hingga Pagar Wesi, yang masing-masing mengandung makna filosofis tentang penyucian diri, kesejahteraan, dan penguatan diri melalui ilmu pengetahuan.
Melalui Hari Suci Saraswati dan Pujawali ke-93 di Pura Aditya Jaya, umat Hindu diharapkan tidak hanya melaksanakan ritual keagamaan, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai ilmu pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari sebagai landasan menuju kesejahteraan dan kebahagiaan.