Wujudkan Ruang Aman bagi Semua, Bunda Inklusi Resmi Hadir di Lingkungan DWP Kemenag Bali

Wujudkan Ruang Aman bagi Semua, Bunda Inklusi Resmi Hadir di Lingkungan DWP Kemenag Bali

Denpasar (Bimas Hindu) - Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama Provinsi Bali melaksanakan Pengukuhan Bunda Inklusi pada Kamis, 12 Februari 2026 di Denpasar-Bali. Kegiatan Pengukuhan Bunda Inklusi ini dilaksanakan langsung oleh Ibu Penasihat DWP Kementerian Agama, Ny. Hilmi Nasaruddin Umar, sebagai bentuk penguatan komitmen terhadap nilai-nilai inklusivitas, kesetaraan, dan kepedulian sosial di lingkungan Kementerian Agama.

Kegiatan dengan mengusung tema besar “Merajut Kepedulian, Menguatkan Inklusi, Membangun Ruang Aman Setara dan Bermartabat,” ini menjadi tonggak strategis dalam mempertegas peran perempuan, khususnya Dharma Wanita Persatuan, sebagai motor penggerak nilai-nilai kepedulian dan kesetaraan.

Acara ini juga dihadiri oleh tokoh-tokoh penting DWP Kementerian Agama diantaranya Ketua DWP Kementerian Agama - Ny. Sinarliati Kamaruddin Amin, Ketua DWP U.P. Ditjen Bimas Hindu - Ny. Ni Luh Yeni Duija, Ketua DWP Kanwil Kemenag Provinsi Bali-Ny. Gusti Ayu Made Sunartha dan seluruh Ketua DWP Kemenag Kabupaten/Kota se-Bali, serta perwakilan DWP Kabupaten/Kota se-Bali. Kehadiran para pimpinan dan perwakilan tersebut semakin mempertegas sinergi dan komitmen bersama antar wilayah dalam mendukung visi besar Kementerian Agama yang berdampak.

Pengukuhan Bunda Inklusi ini menjadi momentum penting dalam menegaskan peran strategis perempuan, khususnya dalam organisasi Dharma Wanita Persatuan, untuk mendorong terciptanya lingkungan yang ramah terhadap anak, perempuan, penyandang disabilitas, serta kelompok rentan lainnya. Kehadiran Bunda Inklusi diharapkan mampu menjadi motor penggerak dalam membangun budaya pelayanan yang adil dan tidak diskriminatif.

Dalam sambutannya, Ny. Hilmi Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa inklusi bukan sekadar program kerja, melainkan wujud komitmen moral dan tanggung jawab bersama. “Inklusi bukan hanya program, tetapi sikap dan komitmen moral untuk memastikan tidak ada yang tertinggal dalam pelayanan dan pengabdian,” tegasnya.

Ia juga berharap Bunda Inklusi yang telah dikukuhkan dapat menjadi teladan dan inspirasi, serta mampu menjalin sinergi dengan berbagai pihak guna menghadirkan program-program yang responsif, humanis, dan berkeadilan. Menurutnya, peran perempuan dalam DWP sangat strategis dalam menumbuhkan semangat kebersamaan dan memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.

Kegiatan pengukuhan berlangsung khidmat dengan dihadiri jajaran pengurus dan anggota DWP Kementerian Agama Provinsi Bali. Prosesi pengukuhan ditandai dengan pembacaan naskah pengukuhan serta peneguhan komitmen bersama untuk mendukung terciptanya lingkungan kerja yang inklusif.

Dengan terlaksananya pengukuhan ini, DWP Kementerian Agama Provinsi Bali semakin meneguhkan langkahnya dalam menghadirkan program-program yang berpihak pada seluruh lapisan, tanpa terkecuali. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat budaya organisasi yang berlandaskan nilai kesetaraan, empati, dan pelayanan publik yang berkeadilan.


Berita Pusat LAINNYA