Mimbar Hindu (Bimas Hindu) - Dalam ajaran Hindu, kebersihan tidak hanya berarti bersih secara fisik, tetapi juga bersih secara pikiran, perkataan, dan perbuatan. Kebersihan merupakan bagian dari kesucian yang disebut Śauca (Sauca), yaitu salah satu nilai luhur yang harus dimiliki oleh setiap umat Hindu.
Melalui kebersihan, umat Hindu mempersiapkan diri untuk mendekatkan diri kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Oleh karena itu, sebelum memasuki pura, umat dianjurkan untuk membersihkan badan, mengenakan pakaian yang bersih dan sopan, serta menjaga kesucian pikiran.
Pura adalah tempat suci umat Hindu yang digunakan untuk memuja dan mendekatkan diri kepada Tuhan. Karena merupakan tempat suci, maka kebersihannya harus dijaga bersama-sama.
Dalam kitab suci disebutkan:
"Śaucam" (Bhagavad Gita XVI.1–3)
Yang berarti bahwa kebersihan atau kesucian merupakan salah satu sifat utama yang harus dimiliki manusia yang berkepribadian luhur.
Dengan demikian, menjaga kebersihan pura bukan hanya kegiatan sosial, tetapi juga merupakan bagian dari pelaksanaan dharma dan bhakti kepada Tuhan.
Bentuk-Bentuk Menjaga Kebersihan di Dalam Pura
1. Menjaga Kebersihan Diri
Sebelum sembahyang, umat hendaknya:
Mandi atau membersihkan diri terlebih dahulu.
Mengenakan pakaian adat yang bersih dan rapi.
Menjaga kesucian pikiran dan hati.
Tidak memasuki pura dalam keadaan mabuk atau membawa perilaku yang tidak pantas.
Kebersihan diri merupakan penghormatan kepada Tuhan yang berstana di pura.
2. Tidak Membuang Sampah Sembarangan
Sering kali setelah kegiatan persembahyangan terdapat sisa bunga, plastik, botol minuman, atau pembungkus makanan yang tertinggal di area pura.
Sebagai umat Hindu yang sadar akan dharma, kita harus:
Membuang sampah pada tempatnya.
Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
Membersihkan area yang telah digunakan sebelum pulang.
3. Bergotong Royong Membersihkan Pura
Tradisi kerja bakti atau ngayah membersihkan pura merupakan bentuk pengabdian yang sangat mulia.
Melalui kegiatan ini umat belajar:
Kebersamaan.
Kepedulian.
Tanggung jawab terhadap tempat suci.
Membersihkan pura bukan pekerjaan yang rendah, melainkan pelayanan suci kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
4. Menjaga Kebersihan Sarana dan Prasarana Pura
Kebersihan tidak hanya pada halaman pura, tetapi juga meliputi:
Pelinggih.
Bale-bale.
Tempat penyimpanan sarana upacara.
Kamar mandi dan tempat wudaka/tirta.
Area parkir dan lingkungan sekitar pura.
Semua fasilitas tersebut harus dirawat agar tetap nyaman dan layak digunakan umat.
Kebersihan Sebagai Wujud Tri Hita Karana
Menjaga kebersihan pura merupakan penerapan ajaran Tri Hita Karana, yaitu:
1. Parhyangan
Hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan.
Dengan menjaga kebersihan pura, umat menunjukkan rasa hormat dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
2. Pawongan
Hubungan harmonis antar sesama manusia.
Lingkungan pura yang bersih membuat umat merasa nyaman beribadah dan mempererat rasa kebersamaan.
3. Palemahan
Hubungan harmonis antara manusia dengan alam.
Tidak membuang sampah sembarangan dan menjaga lingkungan pura merupakan bentuk cinta terhadap alam ciptaan Tuhan.
Manfaat Menjaga Kebersihan Pura
Beberapa manfaat yang dapat dirasakan antara lain:
Menciptakan suasana sembahyang yang nyaman dan khusyuk.
Menjaga kesucian dan kewibawaan pura.
Menumbuhkan rasa tanggung jawab umat.
Menjadi teladan bagi generasi muda.
Menghindarkan lingkungan pura dari penyakit dan kerusakan.
Ketika pura bersih, umat yang datang akan merasa damai, tenang, dan lebih mudah memusatkan pikiran dalam berdoa.
Refleksi bagi Umat Hindu
Menjaga kebersihan pura jangan hanya dilakukan saat menjelang hari raya atau piodalan. Kebersihan harus menjadi budaya dan kesadaran bersama.
Marilah kita bertanya kepada diri sendiri:
Apakah saya selalu membuang sampah pada tempatnya di pura?
Apakah saya ikut serta dalam kegiatan bersih-bersih pura?
Apakah saya telah menjaga kebersihan pikiran dan hati saat datang ke pura?
Jika setiap umat memiliki kesadaran tersebut, maka pura akan selalu menjadi tempat yang suci, nyaman, dan penuh kedamaian.
Menjaga kebersihan di dalam pura bukan sekadar membersihkan lingkungan fisik, tetapi juga merupakan wujud bhakti dan pengamalan ajaran Hindu. Kebersihan adalah bagian dari kesucian, dan kesucian adalah jalan untuk mendekatkan diri kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Mari kita jadikan kebersihan sebagai budaya hidup, dimulai dari diri sendiri, keluarga, dan lingkungan pura. Dengan demikian, kita turut menjaga kesucian tempat ibadah serta mewujudkan nilai-nilai Dharma dalam kehidupan sehari-hari.
Sloka Penutup
"Manasa, Vaca, Karmana"
Artinya: Berpikirlah yang baik, berkata yang baik, dan berbuat yang baik.
Semoga dengan pikiran yang bersih, perkataan yang santun, dan perbuatan yang suci, kita senantiasa memperoleh tuntunan dan anugerah dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Om Santih, Santih, Santih Om.
Lilik Dwi Fajar Riyanto, S.Sos.
Penyuluh Agama Hindu Provinsi Jawa Tengah