100 Bibit Pohon untuk Pura, Penyuluh Hindu Karanganyar Perkuat Gerakan Ekoteologi

100 bibit pohon, 100 harapan untuk pura hijau dan bumi lestari

Karanganyar (Bimas Hindu) – Gerakan menjaga lingkungan melalui pendekatan keagamaan terus didorong Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Karanganyar. Salah satunya melalui sinergi dengan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Solo yang diwujudkan dengan penyaluran 100 bibit pohon untuk penghijauan lingkungan pura se-Kabupaten Karanganyar, Jumat (14/08/2026).

Bibit tersebut akan ditanam di sejumlah lingkungan pura sebagai bagian dari pelaksanaan program ekoteologi Kementerian Agama Republik Indonesia. Penghijauan diarahkan tidak hanya untuk menciptakan kawasan tempat ibadah yang hijau dan asri, tetapi juga mendorong keterlibatan umat dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Karanganyar, Lilik Dwi Fajar Riyanto, mengatakan pengajuan bibit kepada BPDAS Solo merupakan bagian dari upaya menerjemahkan program ekoteologi ke dalam kegiatan nyata di tengah umat.

“Maksud dan tujuan kami mengajukan permohonan bibit kepada BPDAS Solo adalah untuk mendukung program ekoteologi Kementerian Agama RI sekaligus mengajak umat Hindu di Kabupaten Karanganyar untuk bersama-sama menjaga dan merawat lingkungan. Nantinya bibit ini akan ditanam di lingkungan pura se-Kabupaten Karanganyar, sehingga pura tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga dapat menjadi ruang yang hijau, asri, dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar,” ujar Lilik.

Menurut Lilik, penghijauan di lingkungan pura juga memiliki nilai edukasi. Umat, khususnya generasi muda, dapat dilibatkan sejak proses penanaman hingga pemeliharaan pohon sehingga kepedulian terhadap alam tidak berhenti pada pemahaman, tetapi menjadi kebiasaan yang dilakukan secara langsung.

Nilai tersebut selaras dengan konsep Tri Hita Karana, khususnya Palemahan, yang menekankan pentingnya menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan alam. Dalam konteks ekoteologi, kepedulian terhadap lingkungan ditempatkan sebagai bagian dari pengamalan nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.

Karena itu, penanaman 100 bibit pohon tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Pemeliharaan pohon menjadi bagian penting agar penghijauan memberikan manfaat dalam jangka panjang sekaligus membangun rasa tanggung jawab umat terhadap lingkungan tempat ibadah.

Sinergi dengan BPDAS Solo juga menjadi bagian dari langkah Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Karanganyar untuk memperluas kegiatan kepedulian lingkungan. Kerja sama tersebut diarahkan agar program penghijauan dapat terus dikembangkan melalui kegiatan yang melibatkan umat dan lingkungan pura.

Keterlibatan generasi muda menjadi salah satu bagian penting dari gerakan tersebut. Melalui kegiatan menanam dan merawat pohon, generasi muda Hindu dapat memperoleh pengalaman langsung bahwa menjaga alam merupakan bagian dari tanggung jawab bersama.

Lingkungan pura yang hijau dan terawat juga dapat memberikan manfaat bagi umat serta masyarakat di sekitarnya. Dengan demikian, fungsi pura tidak hanya hadir sebagai tempat persembahyangan, tetapi juga sebagai ruang yang mendorong kepedulian terhadap kelestarian alam.

Lilik menegaskan bahwa gerakan penghijauan perlu dibangun sebagai kebiasaan bersama. Bibit yang telah diterima menjadi awal dari proses yang lebih panjang, yakni memastikan pohon tumbuh dan dirawat sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi berikutnya.

100 bibit pohon, 100 harapan untuk pura yang hijau dan bumi yang lestari,” ungkap Lilik.

Melalui sinergi Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Karanganyar dan BPDAS Solo, program ekoteologi diwujudkan melalui aksi sederhana yang memiliki dampak berkelanjutan. Penanaman dan pemeliharaan pohon menjadi bagian dari upaya menghubungkan nilai keagamaan dengan kepedulian terhadap alam.

Gerakan tersebut sekaligus memperkuat pesan bahwa merawat lingkungan bukan hanya persoalan menjaga kebersihan, tetapi juga bagian dari tanggung jawab manusia terhadap kehidupan. Dari lingkungan pura, semangat tersebut diharapkan terus tumbuh menjadi gerakan bersama untuk menjaga bumi tetap hijau dan lestari.

Kontributor : I Made Juni Saputra


Berita Daerah LAINNYA