Mataram (Bimas Hindu) — Dalam upaya mengakselerasi program prioritas Green Dharma (Ekoteologi) sekaligus memperkuat pendidikan karakter di satuan pendidikan formal Widyalaya, Pratama Widyalaya Dharma Kumara menggelar kegiatan outing class di Museum Negeri Nusa Tenggara Barat, Mataram, Kamis (1/10/2026).
Kegiatan pembelajaran di luar kelas ini dirancang secara edukatif dan interaktif untuk mengenalkan nilai-nilai keharmonisan antara manusia, alam, dan kebudayaan (Tri Hita Karana) kepada 12 siswa usia dini melalui pengamatan langsung koleksi sejarah dan lingkungan museum.
Melalui kunjungan ini, para siswa tidak hanya diajak mengagumi peninggalan sejarah, tetapi juga diajarkan pembiasaan pentingnya menjaga kebersihan, merawat lingkungan museum, serta menghargai warisan leluhur sebagai bagian dari ajaran keagamaan.
Kepala Pratama Widyalaya Dharma Kumara, Ni Luh Senja Harining, menjelaskan bahwa penanaman kesadaran ekologi dan kelestarian budaya pada jenjang Widyalaya usia dini merupakan pondasi penting dalam mencetak generasi Hindu yang berkarakter.
“Ekoteologi kami kenalkan melalui pembiasaan nyata, seperti mencintai lingkungan, menjaga kebersihan, menghargai alam, serta merawat warisan budaya. Anak-anak diajak memahami sejak dini bahwa manusia memiliki hubungan spiritual yang harmonis dengan alam dan lingkungan,” ujar Ni Luh Senja Harining.
Ni Luh Senja menambahkan, pendidikan keagamaan pada satuan Widyalaya dikembangkan agar menyatu dengan pengalaman kehidupan sehari-hari, sehingga nilai-nilai keagamaan dan kepedulian lingkungan dapat dihayati secara menyenangkan.
Melalui penguatan kurikulum berbasis ekoteologi dan kearifan lokal di seluruh satuan Widyalaya, Ditjen Bimas Hindu berkomitmen untuk terus mendorong tumbuhnya generasi muda Hindu yang cerdas, berkarakter, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap pelestarian alam dan budaya Nusantara.
Kontributor: Pande Putu