Gunungkidul (Bimas Hindu) — Guna mengatasi dampak kekeringan akibat kemarau panjang serta memastikan keberlangsungan persembahyangan umat, Bimas Hindu DIY menyalurkan bantuan tanggap darurat air bersih ke sejumlah rumah ibadah di Kapanewon Ngawen, Gunungkidul, Selasa (29/9/2026).
Penyaluran bantuan ini dipusatkan di Pura Bhakti Widhi, Beji, Ngawen, serta didistribusikan ke sejumlah titik rumah ibadah dan pemukiman warga di sekitarnya yang mengalami krisis air bersih.
Aksi penyaluran bantuan air bersih ini dilaksanakan secara kolaboratif bersama instansi keagamaan lokal dan BAPOR sebagai bentuk aksi cepat tanggap kemanusiaan di wilayah terdampak bencana kekeringan tahunan.
Tim Bimas Hindu DIY di lokasi, Nuning Nirmawanti, menjelaskan bahwa bantuan pasokan air bersih ini disalurkan untuk menjamin operasional rumah ibadah serta pemenuhan kebutuhan sanitasi dasar bagi masyarakat setempat.
“Musim kemarau panjang membuat sumber-sumber air warga dan tempat ibadah menyusut drastis. Penyaluran bantuan tangki air bersih ini merupakan langkah nyata kepedulian sosial untuk memastikan tempat ibadah tetap dapat melayani aktivitas keagamaan umat secara aman dan layak,” ujar Nuning Nirmawanti.
Nuning menambahkan, rumah ibadah tidak hanya berfungsi sebagai pusat persembahyangan, tetapi juga menjadi ruang pembinaan dan interaksi sosial masyarakat. Oleh karena itu, ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan vital yang harus dipastikan kelancarannya.
Aksi bantuan kemanusiaan ini sekaligus menjadi simbol sinergi dan kebersamaan antar-elemen keagamaan di Gunungkidul dalam merespons bencana sosial di tengah masyarakat tanpa membedakan latar belakang.
Melalui penyaluran bantuan sosial kemanusiaan ini, Ditjen Bimas Hindu berkomitmen untuk terus hadir mendampingi umat dan masyarakat dalam merespons kondisi darurat bencana alam serta menjaga stabilitas pelayanan keagamaan di seluruh daerah.
Kontributor: Heni Purwanti