Karanganyar (Bimas Hindu) — Dalam rangka mempererat jalinan persaudaraan antarumat Hindu nusantara sekaligus meningkatkan kualitas spiritual, rombongan umat dari Banjar Ciangsana, Cileungsi, Bogor, melaksanakan perjalanan suci (Tirtayatra) ke Pura Arga Badra Dharma di Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, pada Minggu (16/8/2026).
Rombongan tiba di kawasan Pura Arga Badra Dharma sekitar pukul 09.00 WIB. Kunjungan ini merupakan etape awal sebelum rombongan melanjutkan perjalanan spiritualnya menuju Candi Cetho, Pura Parhyangan Sapta Pandita, dan Petilasan Kyayi I Gusti Ageng Pemacekan di Kecamatan Karangpandan sebagai tujuan akhir Tirtayatra.
Perwakilan rombongan Tirtayatra, I Wayan Gede, menyampaikan bahwa kunjungan ini adalah langkah nyata untuk membangun relasi yang lebih erat antarumat Hindu dari berbagai daerah di Indonesia. Mewakili sekitar 136 Kepala Keluarga (KK) dari komunitas Hindu Banjar Ciangsana, ia mengaku sangat kagum dengan perkembangan kebudayaan di lingkungan Pura Arga Badra Dharma.
"Kami merasa bersyukur dapat hadir di Pura Arga Badra Dharma. Kami sangat mengapresiasi pelestarian kebudayaan dan semangat gotong royong yang berkembang pesat di sini. Semoga umat Hindu di Ngargoyoso kelak juga berkenan membalas kunjungan dengan hadir ke Pura Satya Loka Arcana di Bogor, sehingga hubungan persaudaraan ini semakin erat," ujarnya.
Menyambut kedatangan rombongan, Ketua Pengurus Pura Arga Badra Dharma, Suwarno, menceritakan secara singkat sejarah pembangunan pura serta heroisme perjuangan umat Hindu setempat. Menurutnya, berdirinya tempat ibadah ini tidak terlepas dari kukuhnya semangat gotong royong umat, baik melalui sumbangsih tenaga, pemikiran, maupun dukungan finansial.
"Pembangunan pura ini merupakan hasil murni dari perjuangan bersama umat yang dilakukan secara bertahap. Oleh karena itu, keberadaan Pura Arga Badra Dharma bukan sekadar tempat untuk melaksanakan persembahyangan, tetapi telah menjadi simbol hidup persatuan dan kekompakan umat Hindu di Ngargoyoso," jelas Suwarno.
Selain mendengarkan sejarah pura, peserta Tirtayatra juga mendapatkan wawasan mengenai wujud sinergi antara umat dan Pemerintah Kabupaten Karanganyar. Jro Mangku Priyanto memaparkan adanya program insentif dari Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Karanganyar bagi para penjaga tempat ibadah.
"Program insentif dari Kesra ini diberikan sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan nyata atas dedikasi para penjaga pura yang selama ini telah mengabdikan diri merawat kebersihan dan kesucian tempat suci umat Hindu," ungkap Jro Mangku Priyanto.
Lebih lanjut, peserta juga diperkenalkan dengan kiprah BHIMA (Bala Hindu Dharma), sebuah organisasi kepemudaan Hindu yang sangat aktif di Kecamatan Ngargoyoso. Organisasi ini tidak hanya berfokus pada kegiatan internal keagamaan, tetapi juga pelayanan sosial kemasyarakatan. Salah satu program unggulan mereka adalah Liga Amal, yang sukses menghadirkan mobil layanan umat untuk mendukung kegiatan kemanusiaan.
Perwakilan BHIMA menegaskan bahwa kontribusi pemuda tidak dibatasi oleh sekat-sekat agama. Mereka secara proaktif membangun kerja sama dan mendukung berbagai kegiatan lintas agama di wilayah Ngargoyoso. Keterlibatan ini menjadi bukti konkret komitmen generasi muda Hindu dalam merawat kerukunan dan mempertebal toleransi di tengah kemajemukan masyarakat Indonesia.
Kontributor: NILUH DEWI AYU LESTARI, S.I.P.