Klaten (Bimas Hindu) — Semangat kemerdekaan terasa semakin bermakna ketika generasi muda mengambil bagian aktif dalam denyut kehidupan masyarakat. Semangat itulah yang ditunjukkan oleh Penyuluh Agama Hindu bersama barisan Pemuda Hindu Kabupaten Klaten melalui keikutsertaannya dalam ajang Karnaval Budaya Kabupaten Klaten, Senin (17/8/2026).
Bertempat di Pura Pita Maha sebagai titik kumpul, para penyuluh dan pemuda Hindu menyatukan visi dan semangat kebersamaan sebelum melebur dalam kemeriahan rangkaian karnaval.
Kehadiran mereka di ruang publik ini bukan sekadar untuk memeriahkan perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Lebih dari itu, karnaval ini menjadi panggung untuk membuktikan bahwa generasi muda Hindu memiliki semangat, kreativitas, dan kepedulian yang tinggi untuk hadir berkontribusi di tengah kemajemukan masyarakat.
Bagi generasi muda ini, "bergerak" bukan hanya tentang melangkahkan kaki secara fisik, tetapi tentang mengambil peran dan memberikan manfaat nyata. Hal tersebut ditegaskan oleh Dwi, salah satu Penyuluh Agama Hindu yang hadir mendampingi. Ia mengajak generasi penerus untuk tidak ragu mengambil bagian dalam berbagai kegiatan positif di masyarakat.
“Sebagai generasi penerus, kita harus mau bergerak. Karena apa pun hal positif yang kita lakukan di tengah masyarakat, sejatinya kita sedang melaksanakan pelayanan tulus kepada Sang Hyang Widhi Wasa,” pesan Dwi di hadapan para pemuda.
Pesan tersebut menjadi alarm pengingat bahwa setiap langkah yang dilakukan dengan ketulusan adalah wujud Seva (pelayanan). Ketika pemuda bergerak, berkarya, dan hadir untuk masyarakat, di sanalah nilai-nilai Dharma sedang diwujudkan dalam alam nyata.
Semangat yang sama juga disuarakan oleh Ketua Peradah Klaten, Yudha Tri. Menurutnya, pemuda Hindu memikul tanggung jawab moral yang besar untuk melanjutkan estafet perjuangan dan menjaga keberlangsungan eksistensi umat Hindu di masa mendatang.
“Sebagai pemuda, kita harus terus bergerak, karena kitalah garda terdepan umat Hindu di masa depan,” tegas Yudha.
Keikutsertaan penyuluh dan pemuda Hindu dalam Karnaval Budaya ini menjadi gambaran nyata bahwa sinergi dan kebersamaan lintas generasi mampu melahirkan resonansi energi positif. Para penyuluh hadir memberikan pendampingan dan keteladanan, sementara para pemuda hadir membawa energi, kreativitas, dan keberanian untuk mengambil peran sentral.
Dari Pura Pita Maha, semangat itu dibawa menyusuri jalanan kota: membuktikan bahwa umat Hindu senantiasa hadir dengan wajah yang ramah, kebudayaan yang luhur, dan generasi muda yang siap sedia.
Sebab, masa depan tidak untuk ditunggu, melainkan dipersiapkan. Dan perubahan tidak cukup hanya dibicarakan, melainkan dimulai dengan bergerak. Bergerak untuk Dharma, bergerak untuk budaya, bergerak untuk umat, dan bergerak demi kejayaan masa depan Hindu.