Jakarta (Bimas Hindu) – Semangat menjaga lingkungan dan membangun karakter generasi muda diwujudkan melalui Gerakan Bersih-bersih Pura di Pura Widya Dharma, Cibubur, Jakarta Timur, Kamis (13/8/2026). Kegiatan yang digelar dalam rangka menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus mendukung program Ekoteologi Kementerian Agama tersebut dipimpin langsung Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Hindu Provinsi DKI Jakarta, Ni Putu Suparini.
Gerakan tersebut berlangsung bertepatan dengan pelaksanaan Jambore Pramuka Nasional ke-12 Tahun 2026 yang berpusat di kawasan Cibubur. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk mempertemukan semangat kepedulian lingkungan dengan pembinaan karakter generasi muda melalui kegiatan bersama di lingkungan rumah ibadah.
Kegiatan diikuti jajaran ASN Bimas Hindu Kanwil Kemenag DKI Jakarta, Ketua Banjar Purna Widya Nyoman Gde Agus Asrama, Ketua Otorita Pura Widya Dharma Cibubur Made Martiana, umat Hindu setempat, serta peserta Jambore Pramuka Nasional.
Pembimas Hindu DKI Jakarta, Ni Putu Suparini, mengatakan keterlibatan peserta jambore dalam kegiatan bersih-bersih pura memberikan pengalaman langsung mengenai pentingnya kebersamaan dan tanggung jawab terhadap lingkungan tempat ibadah.
“Momen jambore ini sangat bagus untuk memberikan pengalaman kebersamaan dan membangun sebuah tim yang solid. Di sisi lain, bertepatan dengan gerakan bersih-bersih pura ini, kita ingin membangun rasa tanggung jawab sejak dini dalam menjaga kebersihan tempat ibadah umat Hindu secara bersama-sama,” ujar Ni Putu Suparini.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada kebersihan lingkungan pura, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi generasi muda. Nilai kebersamaan, kepedulian, dan tanggung jawab yang dipraktikkan melalui kegiatan sederhana diharapkan dapat menjadi pengalaman yang melekat dalam kehidupan peserta.
Kehadiran peserta Jambore Pramuka Nasional juga memperlihatkan bahwa rumah ibadah dapat menjadi ruang pembelajaran karakter dan pembinaan spiritual. Dalam suasana gotong royong, para peserta berinteraksi dengan ASN, pengurus banjar, serta umat Hindu setempat untuk menjaga lingkungan pura.
Ketua Banjar Purna Widya, Nyoman Gde Agus Asrama, menyambut baik keterlibatan peserta jambore dalam kegiatan tersebut. Ia menjelaskan bahwa Pura Widya Dharma Cibubur tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga memiliki keterkaitan dengan kegiatan pendidikan dan kepramukaan.
“Pura ini memang ditujukan sebagai tempat ibadah, tempat di mana adik-adik Pramuka, baik itu tingkat Siaga, Penggalang, maupun Penegak, dapat melaksanakan kewajiban dalam sraddha bakti (keyakinan dan pengabdian) kepada Tuhan Yang Maha Esa. Keberadaan pura ini tidak terlepas dari berbagai kegiatan pendidikan maupun kepramukaan nasional,” ungkap Nyoman Gde Agus Asrama.
Menurutnya, keberadaan berbagai tempat ibadah di kawasan Cibubur juga menjadi gambaran kehidupan masyarakat yang hidup berdampingan dalam keberagaman. Pura, vihara, masjid, dan gereja yang berada di kawasan tersebut menjadi bagian dari ruang sosial yang mempertemukan masyarakat dengan latar belakang berbeda.
Kondisi tersebut menjadi pengalaman penting bagi peserta Jambore Pramuka Nasional. Kebersamaan dalam kegiatan bersih-bersih pura menunjukkan bahwa perbedaan latar belakang tidak menjadi penghalang untuk bekerja bersama dan menjaga lingkungan.
Setelah rangkaian seremoni dan sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan aksi membersihkan seluruh area Pura Widya Dharma. ASN Bimas Hindu Kanwil Kemenag DKI Jakarta, pengurus banjar, umat Hindu setempat, dan peserta Pramuka bekerja bersama membersihkan lingkungan pura.
Kegiatan berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Para peserta mengambil bagian dalam berbagai pekerjaan kebersihan sehingga kegiatan tidak berhenti pada pesan yang disampaikan dalam seremoni, tetapi diwujudkan melalui tindakan langsung.
Gerakan tersebut menjadi bagian dari penerapan nilai ekoteologi yang mengajak manusia membangun hubungan yang selaras dengan lingkungan. Kepedulian terhadap kebersihan tempat ibadah menjadi salah satu bentuk sederhana untuk menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab bersama.
Di sisi lain, keterlibatan generasi muda dalam kegiatan tersebut memperluas makna pembinaan. Peserta tidak hanya memperoleh pengalaman melalui kegiatan kepramukaan, tetapi juga belajar mengenai kebersamaan, kepedulian terhadap lingkungan, penghormatan terhadap rumah ibadah, serta kehidupan yang berdampingan dalam keberagaman.
Gerakan Bersih-bersih Pura di Pura Widya Dharma Cibubur pun menjadi bagian dari rangkaian kegiatan menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Semangat kemerdekaan diterjemahkan melalui kegiatan yang mendorong gotong royong, kepedulian, persaudaraan, dan kecintaan terhadap lingkungan.
Melalui kegiatan tersebut, Kementerian Agama tidak hanya menghadirkan pesan ekoteologi melalui kampanye, tetapi juga mendorong penerapannya dalam aktivitas nyata. Pura menjadi ruang ibadah sekaligus tempat pembelajaran nilai-nilai kebersamaan bagi generasi muda.
Kegiatan di Cibubur juga memperlihatkan bahwa pembinaan kehidupan beragama dapat berjalan beriringan dengan pendidikan karakter dan kepedulian lingkungan. Semangat gotong royong yang dibangun dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kebersihan rumah ibadah sekaligus memperkuat hubungan antarsesama.
Dengan demikian, Gerakan Bersih-bersih Pura menjadi lebih dari sekadar kegiatan kebersihan. Ia menjadi ruang perjumpaan antara agama, lingkungan, pendidikan karakter, kebangsaan, dan keberagaman, yang diwujudkan melalui tindakan bersama di lingkungan Pura Widya Dharma Cibubur.
Kontributor : I Made Juni Saputra