Buleleng (Bimas Hindu) — Komitmen perguruan tinggi keagamaan dalam menerjemahkan nilai kepedulian lingkungan diwujudkan melalui kerja nyata di tengah masyarakat. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) IAHN Mpu Kuturan merealisasikan program berbasis ekoteologi melalui penanaman 20 bibit bunga bougenville di kawasan Pura Desa dan Kantor Desa Dencarik, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, (Minggu, 25/10/2026).
Aksi pelestarian lingkungan ini dilaksanakan secara gotong royong dengan melibatkan Pemerintah Desa Dencarik, Prajuru Desa Adat, serta pemuda Karang Taruna Genta Satya Loka. Sebanyak 20 bibit bougenville dipilih secara khusus berdasarkan pertimbangan kemudahan perawatan serta arahan langsung dari Bendesa Adat Dencarik guna memperindah kawasan pusat peribadatan dan pusat layanan masyarakat.
Inisiatif kolaboratif ini menjadi implementasi nyata pilar Palemahan dalam falsafah Tri Hita Karana sekaligus sejalan dengan semangat Green Dharma, yang memadukan kesucian tempat ibadah dengan tanggung jawab memelihara kelestarian alam lingkungan sekitar.
Koordinator Desa KKN, Kadek Suwarjaya, menyampaikan bahwa penanaman tanaman hias ini dirancang agar manfaat kehadiran mahasiswa dapat dirasakan langsung secara berkelanjutan oleh warga desa.
“Melalui program ekoteologi ini, kami ingin menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan melalui aksi nyata. Penanaman 20 bibit bougenville ini diharapkan dapat memperindah kawasan Pura Desa dan Kantor Desa Dencarik sekaligus mendorong masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan,” tegas Kadek Suwarjaya di lokasi kegiatan.
Suwarjaya menambahkan bahwa di Bali, keberadaan pura dan lingkungan sekitarnya memegang peranan sangat penting dalam tatanan kehidupan masyarakat. Menjaga kebersihan, kerapian, serta keasrian kawasan suci peribadatan menjadi tanggung jawab bersama yang harus diwujudkan melalui tindakan sederhana sehari-hari.
Kolaborasi antara mahasiswa KKN IAHN Mpu Kuturan, pemerintah desa, tokoh adat, dan pemuda karang taruna ini membuktikan kepedulian bersama dalam merawat ruang publik dan tempat suci, sekaligus membiasakan masyarakat menjaga keharmonisan antara manusia dengan alam sekitarnya.
Kontributor: Putu Rika Mahardika