Cegah Konflik Rumah Tangga, Kemenag Pesisir Barat Jadikan RBKS Pusat Mediasi Keluarga Hindu

Rumah Bina Keluarga Sukinah (RBKS)

Pesisir Barat (Bimas Hindu) — Dalam upaya proaktif mencegah konflik rumah tangga dan memperkuat ketahanan keluarga Hindu, Penyelenggara Hindu Kementerian Agama Kabupaten Pesisir Barat bersinergi dengan Rumah Bina Keluarga Sukinah (RBKS) turun langsung memberikan pendampingan di akar rumput.

Pembinaan strategis ini dilaksanakan di Pekon Uluk Mukti, Kecamatan Ngambur, Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung, pada Senin (31/8/2026). Kegiatan ini menyasar 23 orang peserta yang sebagian besar merupakan pilar utama ketahanan keluarga, yakni kalangan ibu rumah tangga.

Fokus pembinaan kali ini tidak hanya sekadar ceramah keagamaan, melainkan edukasi psikologi keluarga berbasis nilai-nilai agama. Penyelenggara Hindu Kabupaten Pesisir Barat, I Gede Sudanta, secara khusus membedah pentingnya penerapan konsep Dharmasampati—yakni kesatuan visi antara suami dan istri dalam menjalankan kehidupan berumah tangga berlandaskan Dharma.

"Pernikahan bukan sekadar menyatukan dua individu, tetapi mengikat komitmen untuk berjalan bersama. Dharmasampati bermakna suami dan istri hendaknya saling mendukung, menghormati, dan menguatkan. Kebahagiaan keluarga tidak hanya dibangun melalui pemenuhan materi, tetapi juga melalui kesamaan tujuan, komunikasi yang sehat, dan dilandasi ajaran agama," papar I Gede Sudanta.

Senada dengan hal tersebut, Ketua RBKS Kabupaten Pesisir Barat, I Gede Yogi Fernando, turut memberikan penguatan mengenai seni mengelola dinamika rumah tangga. Ia menekankan bahwa keharmonisan adalah produk dari kerja sama tim antara suami dan istri, di mana seorang istri sering kali menjadi figur sentral dalam meredam tensi keluarga.

"Seorang istri memiliki peran strategis sebagai penyeimbang dan penguat suasana keluarga melalui komunikasi, kesabaran, dan perhatian. Namun, tanggung jawab ini tentu tidak dibebankan kepada istri semata. Suami pun harus memiliki pengertian yang sama. Segala persoalan yang muncul jangan dibiarkan berlarut-larut, komunikasikanlah dengan bijak," tegas I Gede Yogi Fernando.

Di sinilah letak peran krusial RBKS Kabupaten Pesisir Barat. RBKS diproyeksikan tidak sekadar menjadi tempat penyuluhan, tetapi terus didorong untuk berkembang menjadi wadah konsultasi dan mediasi bagi keluarga Hindu yang sedang menghadapi krisis atau persoalan rumah tangga.

Kehadiran layanan konsultasi jemput bola ini disambut antusias oleh warga. Selama ini, banyak konflik keluarga di daerah yang tidak tertangani secara optimal karena minimnya ruang mediasi yang aman dan tepercaya.

Melalui pendampingan yang berkelanjutan ini, Kemenag Pesisir Barat berharap masyarakat semakin berani memanfaatkan fasilitas RBKS, sehingga mampu menekan potensi perceraian dan mewujudkan keluarga Hindu yang kokoh, harmonis, serta tangguh dalam menghadapi dinamika zaman.

 

Kontributor: Wayan Suryadi Desta


Berita Daerah LAINNYA