Wujudkan Keluarga Harmonis dan Peduli Lingkungan, Calon Pengantin Hindu Dibekali Pemahaman Dasar Dharmika

Program pembinaan pranikah

Klungkung (Bimas Hindu) — Menjelang kehidupan berumah tangga, pemahaman dasar keagamaan menjadi salah satu fondasi paling krusial bagi calon pengantin Hindu. Persiapan menuju pelaminan idealnya tidak hanya berfokus pada kesiapan fisik dan materi, tetapi juga pemahaman holistik mengenai bagaimana nilai-nilai Dharma dapat menjadi pedoman dalam mengarungi dinamika kehidupan bersama.

Pendekatan itulah yang diterapkan dalam program pembinaan pranikah yang difasilitasi oleh Penyuluh Agama Hindu Kementerian Agama Kabupaten Klungkung. Bertempat di Kantor Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Klungkung, pembinaan ini diberikan kepada perwakilan calon pengantin, di antaranya Zulistya Dewi dari Desa Manduang, Kecamatan Klungkung, dan Nadia Invina A dari Desa Sampalan, Kecamatan Dawan, pada Senin (31/8/2026).

Mengangkat tema "Dasar-Dasar Agama Hindu sebagai Pedoman dalam Hidup", pembekalan diarahkan pada internalisasi ajaran agama untuk diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Penyuluh Agama Hindu Kemenag Klungkung, Dewa Ayu Antari, menyampaikan bahwa bagi calon pengantin, pembinaan ini menjadi ruang refleksi untuk membangun relasi keluarga yang harmonis.

"Ajaran Agama Hindu bukan hanya sebatas teori untuk dipahami, tetapi hendaknya dapat diterapkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari. Dengan berpedoman teguh pada ajaran Dharma, kita dapat mengarahkan pikiran, perkataan, dan perbuatan agar senantiasa berada pada jalan kebaikan di dalam rumah tangga," ujar Dewa Ayu Antari.

Hal senada turut ditegaskan oleh penyuluh lainnya, Ni Putu Ari Sepriyanti. Menurutnya, pemahaman terhadap dasar-dasar agama (Dharmika) merupakan modal utama bagi calon pengantin dalam membentuk karakter generasi penerus kelak.

"Pemahaman terhadap dasar-dasar Agama Hindu menjadi pondasi penting dalam membentuk karakter umat. Ketika nilai-nilai Dharma diterapkan secara konsisten dalam kehidupan berkeluarga, kita dapat menjadi pribadi yang lebih baik sekaligus memberikan manfaat yang luas bagi keluarga dan lingkungan sekitar," ungkap Ni Putu Ari.

Satu hal yang menarik dan berbeda dari pembinaan ini adalah diluncurkannya inovasi 'Benih Cinta'. Pada akhir sesi pembekalan, Penyuluh Agama Hindu secara simbolis menyerahkan paket benih tanaman kepada pasangan calon pengantin. Inovasi Kemenag Klungkung ini bukan sekadar cendera mata, melainkan wujud ajakan bagi pasangan muda untuk mulai menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dan kemandirian pangan keluarga.

Penyerahan 'Benih Cinta' tersebut menjadi implementasi nyata dari konsep ekoteologi dan penguatan ketahanan pangan yang selaras dengan visi Asta Cita pemerintah, melalui langkah sederhana yang dipelopori langsung dari pekarangan rumah tangga.

Langkah proaktif dan inovatif Penyuluh Agama Hindu di Klungkung ini sejalan dengan penjabaran Asta Prota (Delapan Program Prioritas) Kementerian Agama RI yang digagas oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar. Melalui kehadiran langsung di tengah umat pranikah, program Layanan Keagamaan Berdampak dan Penguatan Ekoteologi tidak lagi sebatas wacana di tingkat pusat, melainkan benar-benar menyentuh kebutuhan dan realitas kehidupan masyarakat di akar rumput.

 

Kontributor: Wisnawa


Berita Daerah LAINNYA