Ribuan Umat Hindu Ikuti Ngaben Masal dan Upacara Keagamaan di Parigi Moutong, Bupati Erwin Burase Tekankan Pentingnya Gotong Royong

Parigi Moutong (Bimas Hindu) - Umat Hindu di Desa Kotaraya Timur, Kecamatan Mepanga, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, melangsungkan upacara Pitra Yadnya Ngaben Ngerit atau Ngaben Masal yang dikemas khidmat bersama rangkaian ritual Ngelangkir, Menek Bajang, dan Mesangih Masal, Minggu (29/8/2026).

Perhelatan sakral yang menyedot perhatian publik ini diikuti oleh 12 sawa. Para peserta dan keluarga datang dari berbagai wilayah lintas kabupaten, mencakup Kecamatan Mepanga dan Parigi Moutong, Kecamatan Ongka Malino, Kabupaten Toli-Toli, Kabupaten Buol, hingga Kabupaten Pohuwato.

Kemeriahan dan kekhidmatan ritual turut disaksikan langsung oleh Bupati Parigi Moutong H. Erwin Burase, S.Kom., bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran pengurus Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Parigi Moutong, Penyuluh Agama Hindu, Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI), para Sulinggih, Pemangku, tokoh adat, serta ribuan warga.

Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, S.Kom., dalam arahannya mengapresiasi tinggi konsistensi umat dalam melestarikan warisan leluhur. Menurutnya, ritual keagamaan massal ini memiliki dimensi sosial yang luar biasa luas.

"Pelaksanaan Ngaben Ngerit ini tidak hanya memiliki makna keagamaan sebagai bagian dari Pitra Yadnya, tetapi juga menjadi wujud penghormatan kepada leluhur serta sarana mempererat persaudaraan dan kebersamaan umat Hindu," ujar Bupati Erwin Burase.

Ia menambahkan, kehadiran masyarakat dari berbagai kabupaten tetangga membuktikan bahwa akar budaya dan tradisi keagamaan terbukti efektif merajut harmoni sosial serta memperkuat kohesi antardaerah.

"Kehadiran peserta dari berbagai daerah menunjukkan bahwa nilai agama, adat, dan budaya mampu menjadi kekuatan yang mempersatukan masyarakat. Semangat gotong royong dan kebersamaan yang terbangun dalam pelaksanaan kegiatan tersebut juga menjadi nilai luhur yang perlu terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya," imbuhnya.

Di sisi lain, Pemerintah Daerah Parigi Moutong berharap pelaksanaan upacara lanjutan seperti Mesangih Masal dan Menek Bajang mampu dihayati sebagai wahana pembentukan karakter generasi muda. Ritual tersebut diyakini sarat akan muatan etika, tanggung jawab moral, pengendalian diri, serta penguatan bakti kepada orang tua.

Secara keseluruhan, rangkaian acara berlangsung lancar di bawah semangat kebersamaan yang tinggi. Aksi kolektif ini sukses merefleksikan kuatnya sraddha dan bhakti umat Hindu sekaligus meneguhkan eksistensi Parigi Moutong sebagai daerah yang menjunjung tinggi kerukunan dan pelestarian adat istiadat.

Kontributor : Wayan Widana, S. Fil


Berita Daerah LAINNYA