Karanganyar (Bimas Hindu) — Kementerian Agama terus mendorong aparaturnya untuk hadir memberikan pelayanan yang adaptif dan solutif di tengah masyarakat. Hal ini diwujudkan oleh jajaran Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Karanganyar yang tidak hanya berfokus pada pembinaan keagamaan di ruang publik atau tempat ibadah, tetapi juga proaktif merespons kebutuhan pendidikan agama Hindu di lembaga pendidikan formal.
Langkah konkret tersebut salah satunya diwujudkan melalui koordinasi strategis antara Penyuluh Agama Hindu dengan Kepala Taman Kanak-Kanak (TK) Pertiwi 04 Jaten, Kabupaten Karanganyar. Koordinasi ini menjadi langkah awal yang penting untuk membangun sinergi dan mencari solusi agar peserta didik beragama Hindu di sekolah tersebut tetap mendapatkan layanan pendidikan agama yang layak dan sesuai dengan keyakinannya.
Penyuluh Agama Hindu Karanganyar, Lilik Dwi Fajar Riyanto, menuturkan bahwa penyuluh memiliki peranan dan tanggung jawab moral yang luas. Menurutnya, aparatur negara harus siap turun tangan mengisi ruang-ruang kosong ketika terdapat kebutuhan umat, terutama yang menyangkut pemenuhan hak pendidikan dasar anak-anak Hindu.
"Sebagai Penyuluh Agama Hindu, kami tidak hanya memiliki peran dalam pembinaan umat di masyarakat secara umum, tetapi juga berupaya hadir ketika ada kebutuhan mendesak terkait pendidikan agama Hindu di lembaga pendidikan. Koordinasi dengan Kepala TK Pertiwi 04 Jaten ini menjadi langkah awal yang krusial untuk memastikan anak-anak Hindu mendapatkan hak layanan pendidikan agamanya," ungkap Lilik Dwi Fajar Riyanto.
Lebih lanjut, Lilik menjelaskan bahwa pendidikan agama sejak usia dini memiliki peran yang sangat fundamental. Masa keemasan (golden age) di tingkat Taman Kanak-Kanak adalah fondasi utama dalam membentuk karakter, menanamkan budi pekerti, serta mengenalkan nilai-nilai spiritual kepada anak.
Oleh karena itu, sinergi antara penyuluh agama, satuan pendidikan, dan orang tua murid menjadi kunci keberhasilan dalam memberikan pendampingan moral yang berkesinambungan bagi peserta didik.
Koordinasi lintas sektor yang diinisiasi di TK Pertiwi 04 Jaten ini diharapkan dapat membuahkan kerja sama yang baik dan menjadi proyek percontohan dalam pemenuhan kebutuhan guru Pendidikan Agama Hindu di wilayah lainnya. Kehadiran penyuluh di lingkungan sekolah sekaligus menjadi bukti komitmen nyata pemerintah dalam memperluas jangkauan pelayanan keagamaan.
Melalui dedikasi tersebut, Penyuluh Agama Hindu membuktikan bahwa tugas pembinaan umat dapat bertransformasi dan menembus berbagai ruang, termasuk menjadi pilar pendukung dalam menjaga estafet pendidikan agama bagi generasi muda Hindu sejak usia dini.
Kontributor: Lilik Dwi Fajar Riyanto, S.Sos