Tulang Bawang Barat (Bimas Hindu) — Pesantian Saraswati Tiyuh Mulyajadi, Kecamatan Gunung Terang, Kabupaten Tulang Bawang Barat, kembali menggelar kegiatan pembinaan keagamaan rutin bagi umat, Minggu (30/8/2026). Kegiatan yang dipimpin oleh Ketua Pesantian Saraswati, Ida Ayu Komang Tri Puspita, ini menjadi ruang strategis bagi anggota pesantian untuk memperdalam ajaran Hindu, khususnya dalam mengaplikasikan etika (Susila) dan perilaku luhur di kehidupan sehari-hari.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan dan penyimakan sloka-sloka suci Bhagawadgita secara khidmat. Aktivitas pembuka ini ditujukan sebagai bentuk penguatan sradha dan bhakti, sekaligus membangun kebiasaan umat untuk terus mendalami literatur Hindu melalui Dharma Gita.
Agenda kemudian dilanjutkan dengan sesi pendalaman materi bertajuk "Susila (Etika): Membangun Perilaku Baik dalam Kehidupan Sehari-hari". Materi ini mengajak peserta untuk merefleksikan bahwa kehidupan beragama yang sesungguhnya tidak hanya berpusat pada ritual persembahyangan, tetapi harus tercermin melalui perilaku sosial yang berlandaskan nilai-nilai Dharma.
Ida Ayu Komang Tri Puspita di hadapan para peserta menjelaskan betapa sentralnya kedudukan etika dalam menjaga keseimbangan hidup beragama bermasyarakat.
"Susila merupakan salah satu landasan paling penting dalam kehidupan umat Hindu. Susila mengatur tata hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, maupun lingkungan agar kehidupan berjalan secara harmonis," terang Ida Ayu Komang.
Dalam pendalaman materi tersebut, peserta secara khusus diajak untuk mengenali dan mengendalikan Sad Ripu (enam sifat buruk yang mengganggu kesucian diri), yang meliputi Kama (keinginan berlebihan), Lobha (ketamakan), Krodha (kemarahan), Moha (kebingungan/keterikatan), Mada (kesombongan), dan Matsarya (iri hati). Dengan pengendalian diri yang baik, umat diharapkan mampu meredam prasangka, menghindari pertengkaran, dan memupuk toleransi tinggi untuk menghargai perbedaan tanpa mudah menyalahkan orang lain.
"Melalui pesantian ini, kita tidak hanya belajar membaca Bhagawadgita, tetapi juga belajar bagaimana ajaran yang terkandung di dalamnya dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Susila menjadi dasar agar apa yang kita pahami dapat tercermin secara nyata melalui sikap, perkataan, dan perbuatan," tegas Ida Ayu Komang.
Semangat belajar yang tinggi tidak hanya ditunjukkan oleh generasi muda, tetapi juga oleh para sesepuh. Salah satu umat lansia Tiyuh Mulyajadi yang masih sangat aktif mengikuti pembinaan, Ni Ketut Srinadi, menyampaikan pandangan inspiratifnya terkait esensi kegiatan ini.
"Kegiatan Pesantian Saraswati ini sangat diharapkan dapat terus menjadi wadah pembinaan spiritual dan pembentukan karakter umat yang beretika. Melalui pembahasan Bhagawadgita, kita diajarkan konsep Samatvam (ketenangan yang seimbang) dan Bhakti (penyerahan diri secara tulus) guna mengikis sifat egois (Mada) dan iri hati (Matsarya)," tuturnya bijak.
Melalui kegiatan pembinaan rohani yang berkesinambungan, Pesantian Saraswati Tiyuh Mulyajadi berkomitmen untuk terus menumbuhkan generasi umat Hindu yang tidak hanya cerdas secara lisan dalam menghafal dogma agama, tetapi juga tangguh dalam mengamalkan Dharma di dunia nyata.