Blitar (Bimas Hindu) — Membentengi generasi muda dari risiko pernikahan usia dini serta mendorong konsentrasi belajar selama masa studi, bimbingan karakter Rumah Bina Keluarga Sukhinah (RBKS) digelar bagi siswa-siswi Hindu di SMAN 1 Garum, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Selasa (8/9/2026).
Kegiatan pembinaan mental dan spiritual bertajuk Membangun Relasi Sehat ala Dharma: Menghindari Pergaulan Bebas dan Pernikahan Dini tersebut diselenggarakan oleh Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Blitar.
Dalam paparan materi, para siswa diajak memahami tahapan Brahmacari dalam konsepsi Catur Asrama yakni fase hidup yang wajib difokuskan untuk menuntut ilmu, menyucikan pikiran, dan membangun karakter mulia sebelum melangkah ke jenjang pernikahan.
Selain itu, para peserta juga dibekali pemahaman Tri Kaya Parisudha (keselarasan pikiran, perkataan, dan perbuatan) guna membentengi diri dari tekanan pergaulan yang tidak sehat, serta memahami dampak sosial-ekonomi akibat pernikahan usia muda.
Guru Agama Hindu SMAN 1 Garum, Nurvita Kusuma Dewi, mengapresiasi tinggi pendekatan edukasi interaktif dan studi kasus yang dibawakan bagi para siswanya.
“Kegiatan Bina Keluarga Sukhinah ini luar biasa bermanfaat bagi siswa-siswi kami. Saya sangat senang melihat antusiasme mereka mengikuti setiap sesi, mulai dari diskusi hingga studi kasus. Ini membuktikan bahwa anak-anak muda kita sebenarnya sangat terbuka untuk belajar dan berpikir kritis, asalkan disampaikan dengan cara yang relevan dengan kehidupan mereka,” tutur Nurvita Kusuma Dewi.
Sebagai penutup rangkaian bimbingan, seluruh siswa menuliskan lembar komitmen pribadi untuk menjaga kehormatan diri dan memprioritaskan pendidikan selama menjalani masa Brahmacari.
Melalui bimbingan keagamaan yang adaptif di lingkungan sekolah ini, Kementerian Agama Kabupaten Blitar terus berkomitmen menyiapkan generasi muda Hindu yang matang, berkarakter kuat, dan siap mewujudkan keluarga yang bahagia (sukhinah) di masa depan.
Kontributor: Adhityana Windu Siwi, S.Sos.H