Tabanan (Bimas Hindu) — Mempersiapkan calon pasangan suami istri agar memiliki kesiapan mental, spiritual, dan pemahaman nilai-nilai keagamaan dalam membangun rumah tangga, Bimbingan Calon Pengantin (Suscatin) Hindu digelar di Banjar Dinas Antagana Kangin, Desa Tiyinggading, Kecamatan Selemadeg Barat, Kabupaten Tabanan, Bali, Selasa (8/9/2026).
Program pelayanan keagamaan langsung ke lokasi rumah calon pengantin ini dilaksanakan oleh Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tabanan wilayah Selemadeg Barat, yakni Luh Sonia Candra Juwita dan Ida Ayu Gede Shinta Vina Dewi.
Dalam pembinaan tersebut, tim pembimbing menyampaikan bahwa perkawinan (Wiwaha Samskara) dalam ajaran agama Hindu merupakan proses penyucian diri yang sakral guna mewujudkan keluarga sukinah bhawantu (bahagia, sejahtera, dan harmonis).
Penyuluh Agama Hindu Kemenag Kabupaten Tabanan, Luh Sonia Candra Juwita, menjelaskan bahwa ikatan perkawinan tidak sekadar menyatukan dua insan, melainkan jalan luhur untuk melaksanakan ajaran Dharma dan Catur Purusa Artha.
“Perkawinan merupakan salah satu samskara penyucian diri yang bersifat sakral. Melalui bimbingan ini, pasangan calon pengantin dibekali pemahaman hak dan kewajiban suami istri, pengelolaan rumah tangga, serta pentingnya menyandarkan kehidupan keluarga pada ajaran Dharma,” ujar Luh Sonia Candra Juwita.
Sementara itu, Penyuluh Agama Hindu Kemenag Kabupaten Tabanan, Ida Ayu Gede Shinta Vina Dewi, menekankan pentingnya menanamkan nilai Satya (kesetiaan), Tat Tvam Asi (saling menghargai), dan Ahimsa (tidak saling menyakiti) sebagai pilar utama ketahanan keluarga.
“Dengan berlandaskan pada ajaran Satya dan Tat Tvam Asi, kita berharap setiap pasangan mampu membangun rasa saling percaya dan menjadi teladan yang baik dalam kehidupan bermasyarakat,” tutur Ida Ayu Gede Shinta Vina Dewi.
Melalui pemberian bimbingan calon pengantin yang berkelanjutan ini, Kementerian Agama Kabupaten Tabanan berkomitmen untuk terus menghadirkan pelayanan keagamaan berdampak guna mencetak keluarga-keluarga Hindu yang sejahtera dan berkarakter mulia.
Kontributor: Luh Sonia Candra Juwita, S.Sos