Cegah Stunting Sejak Dini, Layanan RBKS Lampung Selatan Integrasikan Edukasi Kesehatan dalam Pembekalan Pengantin

Tim Rumah Bina Keluarga Sukinah (RBKS) memberikan pembekalan komprehensif bagi para calon pengantin (catin) Hindu

Lampung Selatan (Bimas Hindu) — Membangun keluarga yang harmonis (sukinah) dan melahirkan generasi masa depan yang berkualitas membutuhkan kesiapan yang matang sejak sebelum pernikahan. Mengakomodasi hal tersebut, Kementerian Agama Kabupaten Lampung Selatan melalui Tim Rumah Bina Keluarga Sukinah (RBKS) memberikan pembekalan komprehensif bagi para calon pengantin (catin) Hindu di Sekretariat Bersama Way Panji, Senin (31/8/2026).

Pembinaan interaktif ini diikuti oleh pasangan calon pengantin yang berasal dari berbagai wilayah, di antaranya Desa Sri Pendowo dan Desa Simpang Lima (Kecamatan Ketapang), serta Desa Sidowaluyo (Kecamatan Sidomulyo).

Selain dibekali pemahaman mengenai hukum perkawinan menurut ajaran Hindu dan tata cara perundang-undangan nasional, para calon pengantin mendapatkan materi krusial terkait Swadharma (kewajiban dan hak) suami-istri serta edukasi kesehatan keluarga, khususnya pencegahan stunting pada anak.

Tim RBKS Kemenag Lampung Selatan, I Gusti Putu Rawan, menjelaskan bahwa kesiapan spiritual dan hukum merupakan fondasi penting agar kehidupan berumah tangga berjalan sesuai ajaran Dharma.

"Perkawinan bukan sekadar penyatuan dua individu, melainkan penyatuan dua keluarga besar dengan tanggung jawab yang baru. Calon pengantin harus memahami hukum perkawinan dan swadharma masing-masing agar mampu menghadapi dinamika rumah tangga secara bijak dan harmonis," terangnya.

Sementara itu, Made Agna Irawan menegaskan bahwa penguatan aspek kesehatan fisik dan kesadaran gizi sejak pranikah menjadi kunci utama dalam memutus rantai stunting pada calon keturunan.

"Keluarga yang sehat adalah fondasi lahirnya generasi umat yang unggul. Karena itu, materi stunting menjadi pilar penting dalam pembinaan pranikah ini. Pasangan muda harus memiliki kesadaran untuk menjaga kesehatan reproduksi dan merencanakan pengasuhan anak secara matang," ungkapnya.

Manfaat pembekalan ini dirasakan langsung oleh para peserta. Salah satu calon pengantin mengaku mendapat wawasan baru yang membuka kesadaran tentang pentingnya persiapan mental dan kesehatan sebelum melangkah ke jenjang pernikahan.

"Pembinaan ini sangat bermanfaat. Kami tidak hanya belajar tentang ritual dan aturan agama, tetapi juga diajarkan bagaimana menjalankan tanggung jawab sebagai suami-istri dan menjaga kesehatan keluarga ke depan. Kami merasa jauh lebih siap," tuturnya.

Melalui pembekalan berdurasi tiga jam ini, Kemenag Kabupaten Lampung Selatan memastikan bahwa pelayanan keagamaan di tingkat akar rumput tidak hanya berfokus pada administrasi nikah, tetapi juga berdampak nyata dalam mencetak keluarga Hindu yang sehat, tangguh, dan berdaya saing.


Berita Daerah LAINNYA