Amlapura (Bimas Hindu) — Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) bagi organisasi profesi guru hendaknya tidak sekadar dihabiskan untuk menggugurkan kewajiban administratif, melainkan harus memberi dampak langsung bagi peningkatan kualitas pembelajaran di kelas. Komitmen ini ditegaskan dalam pertemuan strategis jajaran Pendidikan Hindu Kemenag Karangasem bersama para Ketua Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Hindu se-Kabupaten Karangasem, Selasa (1/9/2026).
Pertemuan yang berlangsung di Aula Kantor Kemenag Kabupaten Karangasem tersebut menghimpun perwakilan guru Pendidikan Agama Hindu dari jenjang SD, SMP, hingga SMA/SMK. Diskusi mendalam diarahkan untuk mematangkan program kerja organisasi sekaligus memastikan skema pengelolaan BOP berjalan transparan dan terukur.
Plt. Kepala Seksi Pendidikan Hindu Kemenag Karangasem, I Nyoman Astawa, menekankan bahwa ekosistem KKG dan MGMP yang sehat merupakan kunci utama dalam mendorong inovasi pedagogik para pendidik di era digital.
"Penguatan tata kelola BOP dan pematangan program kerja adalah kunci utama bergeraknya roda organisasi profesi. Kami ingin memastikan setiap rupiah dari dana bantuan ini dimanfaatkan secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran untuk mendukung lahirnya inovasi serta peningkatan mutu pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di sekolah," tegas I Nyoman Astawa.
Melalui penataan program kerja yang lebih terstruktur, KKG dan MGMP di Kabupaten Karangasem diproyeksikan tidak hanya menjadi wadah silaturahmi antar-guru, melainkan laboratorium gagasan dalam merumuskan metode pengajaran agama yang relevan, interaktif, dan mampu memperkuat karakter batin peserta didik.
Langkah koordinatif ini diharapkan dapat memacu akuntabilitas pengelolaan dana bantuan pemerintah di tingkat akar rumput, sekaligus memastikan pelayanan pendidikan agama Hindu terus berkembang secara profesional dan berkelanjutan.
Kontributor: Finxi