Cetak Generasi Berkarakter Dharma, Kementerian Agama Apresiasi Siswa Teladan Pendidikan Agama Hindu

Acara penyerahan penghargaan yang berlangsung di Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta

Yogyakarta (BIMAS HINDU)—  Acara penyerahan penghargaan yang berlangsung di Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta pada Senin (20/07/2026) ini dipandu oleh Penanggung Jawab Pendidikan Bimbingan Masyarakat Hindu, Riyanta. Turut hadir mendampingi kebahagiaan para siswa, jajaran guru serta para orang tua. Kehadiran mereka menjadi simbol nyata sinergi erat antara sekolah, keluarga, dan pemerintah dalam mencetak generasi unggul berlandaskan nilai-nilai luhur Dharma.

Pelaksanaan Ujian Sekolah Berbasis Daerah Pendidikan Agama ini merupakan kebijakan strategis hasil kolaborasi antara Kementerian Agama dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga. Langkah ini menorehkan sejarah tersendiri, menjadikan Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai satu-satunya provinsi di Indonesia yang menyelenggarakan ujian pemetaan mutu keagamaan lintas jenjang secara mandiri dan terstandar pada tingkat kewilayahan.

Pembimbing Masyarakat Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta, Didik Widya Putra, dalam arahannya menegaskan bahwa penyelenggaraan ujian terstandar ini adalah sebuah terobosan penting.

"Ini merupakan momentum bersejarah bagi kita dalam melaksanakan Ujian Sekolah Berbasis Daerah khusus pendidikan agama. Hingga saat ini, Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi satu-satunya provinsi di Indonesia yang berani menyelenggarakan ujian pemetaan mutu keagamaan tersebut secara mandiri dan terstandar," ungkap Didik Widya Putra.

Terkait pemberian apresiasi, ia berpesan agar momentum ini dimaknai sebagai lecutan semangat bagi seluruh peserta didik untuk terus menggali potensi diri.

"Pemerintah memberikan apresiasi ini kepada siswa-siswi yang berhasil meraih prestasi tertinggi. Walaupun wujud penghargaan yang diberikan sederhana, kami menaruh harapan besar agar hal ini menjadi motivasi pendorong, baik bagi para peraih apresiasi maupun bagi anak-anak yang belum memperoleh hasil maksimal agar terus memacu semangat belajarnya," terangnya.

Lebih jauh, Didik mengingatkan bahwa di era modern saat ini, pencapaian akademik dan intelektualitas yang gemilang harus senantiasa diimbangi dengan kedalaman spiritual.

"Boleh saja kita melesat maju dalam penguasaan teknologi dan unggul dalam berbagai bidang keilmuan lainnya, tetapi budi pekerti harus tetap dijaga sebagai fondasi utama. Nilai-nilai karakter moral inilah yang akan menjadi kompas sekaligus perisai yang mengiringi langkah anak-anak kita dalam menghadapi tantangan masa depan," pungkasnya secara tegas.

Melalui apresiasi ini, iklim kompetisi positif di bidang keagamaan diharapkan semakin bertumbuh, sehingga melahirkan generasi muda Hindu yang tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga paripurna secara integritas dan akhlak.


Berita Daerah LAINNYA