Empat Pilar Dharma Jadi Bekal Rehabilitan di Bangli Bangun Keteguhan Diri

Penyuluh Agama Hindu Kemenag Bangli memberikan bimbingan rohani melalui nilai Satya, Tapa, Sauca, dan Daya kepada rehabilitan di RSJ Manah Santi Mahottama.

Bangli (Bimas Hindu) Kejujuran, pengendalian diri, kesucian, dan kasih sayang menjadi empat nilai Dharma yang ditanamkan kepada rehabilitan di RSJ Manah Santi Mahottama, Bangli, sebagai bekal membangun kembali keteguhan diri dalam menjalani proses pemulihan.

Nilai-nilai tersebut disampaikan Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangli melalui Program Ruang Pulih bertema “Bangun Keteguhan Diri melalui 4 Pilar Dharma”, Kamis (13/8/2026). Bimbingan rohani Hindu tersebut diikuti 12 peserta.

Empat Pilar Dharma yang dikenalkan meliputi Satya, Tapa, Sauca, dan Daya. Satya dimaknai sebagai kejujuran yang menjadi landasan membangun kepercayaan dan ketenangan hati. Tapa menekankan kemampuan mengendalikan diri ketika menghadapi emosi, keinginan, maupun berbagai tantangan kehidupan.

Sementara itu, Sauca mengajarkan pentingnya menjaga kebersihan dan kesucian, baik secara lahir maupun batin. Adapun Daya menumbuhkan kasih sayang, kepedulian, serta penghargaan terhadap sesama sebagai bagian dari membangun kehidupan yang harmonis.

Penyuluh Agama Hindu I Wayan Sudarma menekankan bahwa Dharma tidak cukup berhenti sebagai pengetahuan keagamaan. Nilai-nilainya perlu diterjemahkan menjadi tindakan sederhana yang dapat dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Nilai Dharma hendaknya tidak berhenti pada pemahaman, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Hal sederhana seperti berkata jujur, mampu mengendalikan emosi, menjaga kebersihan diri dan pikiran, serta menyayangi sesama merupakan bagian dari latihan membangun keteguhan diri,” ujar Sudarma.

Dalam pembinaan tersebut, para peserta juga diajak untuk tidak terus-menerus melihat diri berdasarkan pengalaman masa lalu. Mereka didorong membangun harapan dan menyadari bahwa setiap individu memiliki kesempatan untuk berubah serta menjalani kehidupan ke arah yang lebih baik.

Bimbingan dilaksanakan oleh Penyuluh Agama Hindu I Wayan Sudarma, I Komang Widiana, I Nengah Sudira, I Wayan Budeyasa, dan Ni Wayan Wiraswastini. Kehadiran para penyuluh menjadi bagian dari upaya Kementerian Agama menghadirkan layanan bimbingan keagamaan yang inklusif dan humanis, termasuk bagi masyarakat yang sedang menjalani proses rehabilitasi.

Melalui Program Ruang Pulih, penguatan spiritual diharapkan dapat menjadi bagian dari proses pemulihan secara menyeluruh. Nilai-nilai Dharma diarahkan untuk membantu peserta menemukan ketenangan batin, membangun kepercayaan diri, sekaligus menumbuhkan semangat untuk kembali menjalani kehidupan secara positif di tengah masyarakat.

Kegiatan berlangsung secara interaktif dan penuh kekeluargaan. Para peserta diajak menjadikan Satya, Tapa, Sauca, dan Daya bukan sekadar materi pembinaan, tetapi pedoman dalam membangun kehidupan yang lebih harmonis dan bermakna.

Kontributor : I Made Sudiana


Berita Daerah LAINNYA