GEMBIRA di Pura Buana Mandala, Kemenag Jateng Dorong Ekoteologi Hindu melalui Aksi Nyata

Bersih puranya, lestari alamnya

Semarang (Bimas Hindu) – Menjaga kesucian pura tidak hanya diwujudkan melalui ritual dan persembahyangan, tetapi juga melalui kepedulian terhadap lingkungan. Pesan tersebut diwujudkan dalam kegiatan GEMBIRA (Gerakan Bersama Bersih-Bersih Rumah Ibadah) di Pura Buana Mandala, Kota Semarang, Selasa (18/8/2026).

Kegiatan melibatkan Pembimas Hindu Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kota Semarang, PHDI Kota Semarang, WHDI Kota Semarang, serta umat Hindu di Pura Buana Mandala.

GEMBIRA menjadi ruang bagi umat untuk menerjemahkan kepedulian terhadap tempat suci melalui tindakan nyata. Membersihkan lingkungan pura dilakukan secara bersama-sama untuk menciptakan tempat ibadah yang bersih, indah, nyaman, sekaligus mendukung terjaganya kesucian pura.

Pembimas Hindu Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Eko Pujianto, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran umat terhadap kebersihan dan kesucian pura. Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan perlu berjalan seiring dengan kehidupan spiritual umat.

“Kegiatan ini menjadi langkah penting sebagai bentuk kepedulian umat terhadap kebersihan dan kesucian pura. Kami mendorong umat agar selalu aktif dalam menjaga keseimbangan antara kehidupan spiritual dan kepedulian terhadap lingkungan. Langkah ini juga sebagai bentuk penguatan implementasi ekoteologi Hindu,” ujar Eko Pujianto.

Menurut Eko, kebersihan lingkungan pura merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya menciptakan ruang ibadah yang nyaman dan mendukung kehidupan spiritual umat. Karena itu, kepedulian terhadap lingkungan perlu dibangun melalui tindakan sederhana yang dilakukan secara nyata dan bersama-sama.

Semangat tersebut juga terlihat dari keterlibatan berbagai unsur dalam GEMBIRA. Pemerintah melalui jajaran Kementerian Agama, penyuluh, organisasi keagamaan, dan umat Hindu berkolaborasi dalam menjaga lingkungan tempat ibadah.

Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kota Semarang, Widya Ayu Candra, mengatakan kegiatan bersih-bersih pura memiliki makna lebih luas karena dapat menumbuhkan kesadaran sekaligus rasa memiliki umat terhadap tempat suci.

“Melalui kegiatan bersih-bersih pura ini, kami ingin menguatkan kesadaran umat bahwa menjaga kebersihan dan kesucian tempat suci merupakan bagian dari bhakti. Kegiatan sederhana ini menjadi ruang untuk membangun kebersamaan, gotong royong, dan rasa memiliki terhadap pura,” kata Widya Ayu Candra.

Menurut Widya, merawat lingkungan pura juga menjadi bagian dari penerapan nilai ekoteologi Hindu. Kepedulian terhadap alam dapat dimulai dari lingkungan terdekat melalui kebiasaan menjaga kebersihan tempat suci.

“Dalam semangat ekoteologi Hindu, merawat lingkungan pura juga menjadi bentuk nyata kepedulian umat terhadap alam. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara bersama-sama, sehingga kebersihan dan kesucian pura senantiasa terjaga,” lanjutnya.

Bagi umat yang terlibat, GEMBIRA menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran bahwa pura bukan hanya tempat melaksanakan persembahyangan, tetapi juga lingkungan yang perlu dirawat bersama. Kebersihan dan kesucian tempat suci menjadi tanggung jawab kolektif yang membutuhkan keterlibatan seluruh unsur umat.

Kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya sinergi antara pemerintah, penyuluh agama, organisasi keagamaan, dan umat Hindu dalam membangun kepedulian terhadap lingkungan. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari penerapan ekoteologi Hindu melalui tindakan yang dapat dilakukan secara langsung di lingkungan tempat ibadah.

GEMBIRA di Pura Buana Mandala membawa pesan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana. Membersihkan halaman, menata lingkungan, dan menjaga kebersihan tempat suci merupakan bentuk tanggung jawab yang dapat dilakukan bersama.

Melalui gerakan tersebut, semangat merawat pura diharapkan tidak berhenti pada satu kegiatan. Kebiasaan menjaga kebersihan dan lingkungan tempat suci dapat terus tumbuh menjadi bagian dari kehidupan umat sehari-hari.

Pura yang bersih lahir dari kepedulian, sementara kesucian yang terjaga tumbuh dari bhakti yang dilakukan bersama.

Kontributor : I Made Juni Saputra


Berita Daerah LAINNYA