Kabupaten Semarang (Bimas Hindu) Semangat Green Dharma diwujudkan melalui aksi nyata menjaga kebersihan dan kesucian tempat ibadah. Pembimas Hindu Provinsi Jawa Tengah bersama Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Semarang, siswa-siswi Hindu, dan mahasiswa PPL UIN Salatiga melaksanakan Gerakan Bersama Bersih-bersih Pura (GEMBIRA) di Pura Giri Suci Ambarawa, Kamis (13/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari implementasi Program Green Dharma Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI yang mendorong kepedulian terhadap alam sebagai bagian dari pengamalan nilai-nilai Dharma.
Secara gotong royong, peserta membersihkan area utama pura, pelataran, halaman, taman, hingga lingkungan sekitar. Selain menciptakan lingkungan yang bersih, rapi, dan nyaman, kegiatan tersebut diarahkan untuk menumbuhkan kesadaran bersama bahwa merawat tempat suci tidak dapat dipisahkan dari upaya menjaga kelestarian lingkungan.
Pembimas Hindu Provinsi Jawa Tengah, Eko Pujianto, menekankan pentingnya menjadikan kebersihan pura sebagai tanggung jawab yang dilakukan secara berkelanjutan, bukan hanya pada momentum tertentu.
“Perawatan dan kebersihan pura harus dirawat secara berkala agar terlihat bersih dan rapi, sehingga kesuciannya tetap terjaga,” ujar Eko.
Menurutnya, kebersihan lingkungan turut mendukung terciptanya suasana yang nyaman dan khidmat bagi umat dalam melaksanakan aktivitas keagamaan. Karena itu, kepedulian terhadap pura perlu tumbuh menjadi kesadaran bersama seluruh umat.
Gerakan GEMBIRA juga menjadi sarana menumbuhkan semangat ngayah, gotong royong, kepedulian, dan tanggung jawab bersama. Keterlibatan penyuluh, pelajar Hindu, hingga mahasiswa menunjukkan bahwa kesadaran merawat lingkungan dan tempat suci dapat dibangun melalui kolaborasi lintas generasi.
Melalui Green Dharma, kepedulian terhadap lingkungan tidak berhenti pada aktivitas membersihkan lingkungan, tetapi diarahkan menjadi bagian dari perilaku kehidupan sehari-hari. Pura sebagai tempat suci memiliki nilai spiritual yang perlu dijaga sekaligus berada dalam lingkungan yang kelestariannya menjadi tanggung jawab bersama.
Gerakan ini diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan sehingga kebersihan dan keindahan pura senantiasa terpelihara. Dengan demikian, merawat tempat suci dan menjaga alam menjadi dua bentuk tanggung jawab yang berjalan beriringan dalam praktik Dharma.
Kontributor : Lestari Putri