IMK Tutup PKKMB 2025 dengan Penanaman Pohon, Wujudkan Komitmen Ekoteologi

Rektor IAHN Mpu Kuturan melaksanakan Penanaman Pohon sebagai Wujud Komitmen Ekoteologi

Buleleng (Humas Hindu) – Institut Mpu Kuturan (IMK) menutup rangkaian kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun 2025 dengan aksi penanaman pohon di Lahan Kampus IMK Desa Patas, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Rabu (3/9/2025).
Sebanyak 55 bibit pohon kelapa ditanam secara serentak oleh Rektor IMK Prof. Dr. I Gede Suwindia, M.A., Plt. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng Dewa Made Sudiarta, para dosen, pegawai, serta 515 mahasiswa baru.
Kegiatan ini menjadi simbol komitmen sivitas akademika IMK dalam mendukung program ekoteologi yang digagas Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A.
Rektor IMK, Prof. Suwindia, menyampaikan bahwa penanaman pohon bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi memiliki makna mendalam bagi kelestarian lingkungan.
“Kami ingin mahasiswa baru memulai perjalanan akademiknya dengan kesadaran menjaga bumi. Penanaman ini sederhana, tetapi maknanya besar. Apa yang kita tanam hari ini akan menjadi warisan untuk generasi berikutnya,” ungkapnya.


Ia menambahkan, pengenalan nilai ekoteologi sejak PKKMB diharapkan dapat membentuk karakter mahasiswa yang peduli pada alam.
“Mereka tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga belajar menghargai alam dan hidup selaras dengan lingkungan,” ujarnya.
Plt. Kepala Disdikpora Buleleng, Dewa Made Sudiarta, turut memberikan apresiasi atas langkah IMK yang memadukan kegiatan akademik dengan kepedulian lingkungan.
“Ini langkah positif. Mahasiswa sebagai generasi muda perlu dibiasakan menanam dan merawat pohon, karena manfaatnya akan dirasakan masyarakat dalam jangka panjang,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa kegiatan ini sejalan dengan konsep pendidikan berkelanjutan.
“Pendidikan yang ideal bukan hanya mencetak lulusan cerdas, tetapi juga generasi yang peduli terhadap keberlanjutan lingkungan,” tambahnya.


Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI, Prof. I Nengah Duija, turut mengapresiasi inisiatif tersebut. Menurutnya, ekoteologi merupakan salah satu pendekatan penting dalam pendidikan Hindu yang selaras dengan visi Kementerian Agama untuk membangun moderasi beragama yang ramah lingkungan.
“Gerakan menanam pohon di lingkungan kampus adalah praktik nyata dari ajaran Tat Twam Asi dalam Hindu. Apa yang dilakukan IMK ini sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Agama untuk menerapkan ekoteologi dalam dunia pendidikan,” ujar Dirjen Bimas Hindu.
PKKMB IMK 2025 telah berlangsung sejak Senin (1/9) dan akan berakhir pada Sabtu (6/9) mendatang bertepatan dengan Hari Raya Saraswati melalui pelaksanaan Upacara Upanayana. Setelah prosesi tersebut, sebanyak 515 mahasiswa baru resmi memulai perjalanan akademiknya di IMK.


Berita Daerah LAINNYA