Klaten (Bimas Hindu) – Kementerian Agama Kabupaten Klaten melalui Penyelenggara Hindu menguatkan pelayanan kepada umat melalui Gerbang Pura (Gerakan Bersama Ngrumat Pura) di Pura Sandya Bayu, Desa Soka, Kecamatan Karangdowo. Kegiatan tersebut diwujudkan melalui reresik dan perawatan lingkungan pura sebagai bagian dari Program Kemenag Berdampak Kabupaten Klaten.
Kegiatan melibatkan jajaran Penyelenggara Hindu Kabupaten Klaten bersama Pokjaluh Hindu Klaten (Kelompok Penyuluh Agama Hindu). Dengan semangat ngayah dan gotong royong, peserta bersama-sama membersihkan serta merawat lingkungan Pura Sandya Bayu agar tetap bersih, nyaman, dan mendukung pelaksanaan kegiatan keagamaan umat.
Gerbang Pura tidak hanya diarahkan sebagai kegiatan kebersihan lingkungan tempat ibadah. Gerakan tersebut menjadi ruang bagi jajaran Kementerian Agama dan penyuluh untuk membangun kebersamaan sekaligus memperkuat kepedulian terhadap keberadaan pura sebagai pusat kegiatan keagamaan umat Hindu.
Usai kegiatan reresik, rangkaian dilanjutkan dengan pembinaan yang disampaikan Kepala Penyelenggara Hindu Kabupaten Klaten, Suyamto. Dalam arahannya, ia mendorong seluruh jajaran, termasuk para penyuluh, untuk menjaga semangat pengabdian dan pelayanan kepada umat.
“Semangat pelayanan harus terus menyala, agar umat Hindu di berbagai wilayah senantiasa terlayani dan mendapatkan pendampingan dengan baik,” pesannya.
Menurut Suyamto, semangat pelayanan perlu diwujudkan melalui kehadiran nyata di tengah umat. Kegiatan bersama seperti Gerbang Pura menjadi salah satu ruang untuk mempererat komunikasi antara jajaran Penyelenggara Hindu, penyuluh, dan masyarakat.
Semangat ngayah yang tumbuh dalam kegiatan tersebut juga memperlihatkan bahwa merawat tempat ibadah merupakan tanggung jawab bersama. Kebersihan dan kenyamanan pura menjadi bagian dari upaya menjaga ruang keagamaan agar tetap dapat digunakan umat untuk beribadah dan melaksanakan berbagai kegiatan keagamaan.
Melalui Gerbang Pura, Penyelenggara Hindu Kabupaten Klaten tidak hanya menggerakkan kegiatan reresik, tetapi juga membangun budaya gotong royong, kepedulian, dan pengabdian. Gerakan ini menjadi bagian dari pelayanan yang hadir langsung di lingkungan umat sekaligus memperkuat kerukunan dan kebersamaan dalam kehidupan keagamaan.
Kontributor : I Made Juni Saputra