Rawat Pura, Jaga Alam: Bimas Hindu NTT Perkuat Ekoteologi di Pura Luhur Akasa

Merawat pura, menjaga alam, memperkuat kebersamaan.

Kupang (Bimas Hindu) – Bimas Hindu Provinsi Nusa Tenggara Timur memperkuat penerapan nilai ekoteologi melalui aksi bersih-bersih di Pura Luhur Akasa, Penfui Timur, Jumat (7/8/2026). Kegiatan tersebut melibatkan jajaran Kementerian Agama dari unsur Hindu dan Buddha sebagai bagian dari kepedulian terhadap kebersihan lingkungan tempat ibadah.

Kegiatan diikuti Pembimas Hindu Provinsi NTT I Ketut Suji  bersama ASN Bimas Hindu NTT. Hadir pula Penyelenggara Hindu Kota Kupang Pratama Bawa Agung Prakarsa Samosir, S.Ag., beserta ASN Hindu Kota Kupang, serta Pembimas Buddha Provinsi NTT Artadi Wijaya  bersama ASN Bimas Buddha NTT.

Dari unsur Pura Luhur Akasa, kegiatan dihadiri Pinandita Ida Bhawati I Made Suaba Aryanta, Ketua Pengempon Ketut Sadnyana Yasa, Sekretaris I Gusti Ngurah Bagus Ariantara Putra, Penasehat I Nyoman Sugawa, dan Putu Ardyantara.

Kerja bakti diawali dengan membersihkan lingkungan Pura Luhur Akasa. Peserta bersama-sama melakukan pembersihan kawasan pura sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan dan kenyamanan tempat ibadah.

Setelah kegiatan bersih-bersih selesai, jajaran ASN Bimas Hindu melaksanakan Puja Tri Sandya dan Panca Sembah bersama. Rangkaian tersebut mempertemukan aktivitas kepedulian lingkungan dengan pelaksanaan kegiatan spiritual di lingkungan pura.

Pembimas Hindu Provinsi NTT, I Ketut Suji, mengatakan kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan keagamaan.

“Menjaga kebersihan lingkungan pura merupakan bagian dari tanggung jawab bersama. Nilai keagamaan perlu diwujudkan dalam tindakan nyata, termasuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan tempat ibadah,” ujar I Ketut Suji.

Ketua Pengempon Pura Luhur Akasa, Ketut Sadnyana Yasa, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan jajaran Kementerian Agama Provinsi NTT, Kementerian Agama Kota Kupang, serta unsur Bimas Buddha dalam kegiatan tersebut.

“Kami dari Pengempon Pura Luhur Akasa menyampaikan terima kasih atas waktu yang diluangkan untuk kerja bakti pembersihan di Pura Luhur Akasa. Kehadiran Kementerian Agama Provinsi, Kementerian Agama Kota, dan umat Buddha menunjukkan kebersamaan dalam menjaga lingkungan Pura Luhur Akasa,” katanya.

Ia berharap kegiatan kerja bakti dapat dilakukan secara berkesinambungan. Dukungan terhadap berbagai kegiatan keagamaan dan pembangunan Pura Luhur Akasa juga diharapkan terus terjalin melalui komunikasi dan kerja sama antara pengempon dengan jajaran Kementerian Agama.

Kegiatan tersebut menjadi ruang kolaborasi antara jajaran Kementerian Agama dan pengelola rumah ibadah dalam menjaga lingkungan. Kehadiran unsur Hindu dan Buddha dalam kerja bakti juga memperlihatkan praktik kebersamaan lintas unsur keagamaan melalui kegiatan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Melalui aksi bersih Pura Luhur Akasa, Bimas Hindu Provinsi NTT menempatkan ekoteologi tidak hanya sebagai gagasan, tetapi sebagai praktik yang diwujudkan melalui kepedulian terhadap lingkungan tempat ibadah. Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat budaya gotong royong dan kepedulian bersama terhadap ruang keagamaan agar tetap bersih, nyaman, dan terawat.

 

Kontributor : I Made Juni Saputra


Berita Daerah LAINNYA