Inklusif dan Empatik, Kemenag Bangli Hadirkan Pembinaan Rohani Berbasis Terapi bagi Rehabilitan Lansia

Rehabilitan lansia di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Manah Santhi Mahotama.

Bangli (Bimas Hindu) — Penyuluhan agama tidak hanya dilakukan di podium atau pura, tetapi juga hadir merangkul kelompok rentan di ruang-ruang terapi kesehatan mental. Langkah berdikari dan empatik ini ditunjukkan oleh jajaran Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangli yang memberikan layanan terapi rohani bagi para rehabilitan lansia di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Manah Santhi Mahotama, Selasa (1/9/2026).

Dua Penyuluh Agama Hindu Kemenag Bangli, I Wayan Sudarma dan Ni Wayan Wiraswastini, secara intensif mendampingi 16 orang rehabilitan lansia melalui metode khusus yang dinamakan Kultivasi Aksara. Metode ini merupakan bentuk intervensi spiritual yang dirancang sederhana namun efektif untuk membantu menjaga keseimbangan energi jasmani dan rohani para pasien.

Di tengah usia senja yang mulai terpengaruh kondisi demensia (penurunan daya ingat dan fungsi otak), terapi spiritual berbasis aksara suci ini menjadi oase yang membantu mengkondisikan para rehabilitan agar tetap merasa tenang, damai, dan nyaman. Terapi yang dilaksanakan secara berkala ini terbukti turut mempercepat proses pemulihan kondisi emosional para pasien.

Penyuluh Agama Hindu Kemenag Bangli, I Wayan Sudarma, menjelaskan bahwa Kultivasi Aksara difungsikan sebagai jembatan untuk menarik kembali fokus dan konsentrasi para lansia sebelum masuk ke materi keagamaan.

"Kultivasi Aksara ini bekerja menenangkan gelombang pikiran para rehabilitan lansia. Ketika pikiran mereka sudah lebih fokus dan rileks, barulah kita ajak berdiskusi ringan. Hari ini kita mengangkat tema Tri Sandhya atau tiga waktu sembahyang Pratha Sewana (pagi), Madya Dina (siang), dan Sandhya Kala (sore/malam). Maksudnya sederhana, yakni memanggil ulang ingatan serta kewajiban dasar mereka sebagai umat Hindu secara perlahan dan tanpa paksaan," ujar Wayan Sudarma.

Melalui pendekatan yang inklusif dan sarat empati ini, Kemenag Bangli membuktikan bahwa pelayanan keagamaan mampu bertransformasi menjadi sarana penyembuhan (healing) yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

Kegiatan terapi rohani ini diharapkan terus berkesinambungan, sehingga para rehabilitan lansia di RSJ Manah Santhi Mahotama tidak hanya mendapatkan perawatan medis, tetapi juga memperoleh penguatan jiwa dan kedamaian spiritual di masa tuanya.

 

Kontributor: 

I Wayan Sudarma


Berita Daerah LAINNYA