Pringsewu (Bimas Hindu) — Suasana Minggu pagi (30/8/2026) di Pasraman Acarya Dharma, Desa Mataram, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Lampung, tampak begitu hangat dan berbeda dari biasanya. Gelak tawa anak-anak berpadu harmonis dengan ketenangan para lansia di atas matras. Tanpa sekat usia, dua generasi yang terpaut jauh ini menyatu dalam ritme napas dan olah tubuh yang sama melalui kegiatan yoga bersama.
Agenda yoga lintas generasi ini dipandu langsung oleh Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pringsewu, Dewi Yunairi. Dengan telaten dan penuh kesabaran, ia mengarahkan setiap pose agar tetap aman, menyenangkan, serta sesuai dengan batas kemampuan fisik seluruh peserta—mulai dari usia dini hingga usia emas.
Pose-pose dasar namun kaya manfaat, seperti Tadasana (pose gunung) dan Vrikshasana (pose pohon), dipraktikkan dengan antusias. Dewi Yunairi menjelaskan bahwa yoga ini dirancang untuk melatih fokus dan postur tubuh anak-anak, sekaligus menjaga vitalitas serta kelenturan fisik para lansia.
"Kami ingin menjadikan pasraman sebagai ruang yang inklusif dan hidup. Bagi anak-anak, yoga melatih konsentrasi dan kedisiplinan sejak dini. Sementara bagi orang tua kita yang lansia, gerakan terukur dan olah pernapasan (pranayama) sangat efektif menjaga kesehatan sendi, melatih keseimbangan, serta menghadirkan ketenangan jiwa," ujar Dewi Yunairi di sela-sela pendampingannya.
Ia menambahkan, teknik pernapasan yang diajarkan juga membantu para lansia meningkatkan kualitas tidur dan menjaga kebugaran jantung. Lebih dari sekadar olahraga fisik, momen ini menjadi sarana interaksi sosial yang meruntuhkan jarak antargenerasi, menciptakan rasa saling mengasihi antara yang muda dan yang tua.
Melalui pendampingan aktif dari Penyuluh Agama Hindu, Pasraman Acarya Dharma membuktikan perannya yang bertransformasi. Pasraman kini tidak hanya berdiri sebagai tempat menimba ilmu keagamaan dan moral secara teoritis, tetapi juga menjelma menjadi pusat gaya hidup sehat dan penguatan mental spiritual berbasis komunitas.
Direktorat Jenderal Bimas Hindu terus mendorong inisiatif kreatif para penyuluh di daerah untuk mengemas pembinaan umat secara holistik, seimbang antara kesehatan fisik (jasmani) dan kesucian jiwa (rohani) sejak dini hingga usia lanjut.
Kontributor: Dewi Yunairi