KARMA : Kemenag Klungkung Bekali Remaja di Biaung Ajaran Tat Twam Asi dan Kesiapan Keluarga Harmonis

Kegiatan Kampanye Agama Ramah Masyarakat (KARMA) bertempat di Desa Adat Biaung

Klungkung (Bimas Hindu) – Sebagai wujud komitmen dalam menghadirkan pelayanan keagamaan yang berdampak langsung bagi masyarakat, Kementerian Agama Kabupaten Klungkung menggelar kegiatan Kampanye Agama Ramah Masyarakat (KARMA) bertempat di Desa Adat Biaung, Desa Dinas Ped, Kecamatan Nusa Penida, pada Minggu (23/8/2026).

Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Jero Bendesa Desa Adat Biaung ini difokuskan pada pembekalan generasi muda terkait pencegahan perilaku bullying (perundungan) serta kesiapan membangun rumah tangga yang harmonis sesuai dengan ajaran agama Hindu.

Hadir secara langsung Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Klungkung, Putu Indira Bhadrawati. Dalam arahannya, beliau menegaskan bahwa berbagai program prioritas Kemenag harus menyentuh kebutuhan substantif umat serta memberikan manfaat nyata.

“Program ini diharapkan dapat dirasakan manfaatnya secara nyata dalam kehidupan masyarakat, termasuk dalam membangun kehidupan beragama yang harmonis dan membentuk generasi muda yang berkarakter,” ujar Putu Indira Bhadrawati.

Sejalan dengan hal tersebut, Kasi Urusan Agama Hindu Kemenag Klungkung, I Wayan Winda Kusuma, turut mensosialisasikan berbagai layanan keagamaan Hindu, salah satunya penerbitan Surat Tanda Daftar Pura (STDP) sebagai sarana penataan administrasi keagamaan. Ia juga mengimbau masyarakat untuk senantiasa mendampingi tumbuh kembang remaja agar terhindar dari pergaulan negatif.

Pada sesi materi utama, Penyuluh Agama Hindu Ni Made Okta Rapinanti membawakan topik “Bullying dalam Perspektif Agama Hindu.” Dalam pemaparannya, Okta membedah persoalan perundungan melalui kacamata ajaran etika dan filsafat Hindu.

Ia menekankan pentingnya internalisasi nilai Tat Twam Asi (Ia adalah kamu)—sebuah kesadaran spiritual bahwa memperlakukan orang lain dengan baik adalah wujud penghormatan terhadap diri sendiri.

“Nilai Tat Twam Asi diperkuat dengan pengamalan Tri Kaya Parisudha (menjaga kesucian pikiran, perkataan, dan perbuatan) serta pemahaman akan Karma Phala. Dengan memahami nilai-nilai tersebut, remaja diharapkan mampu membangun pergaulan yang lebih santun, saling menghormati, dan menjauhi segala bentuk bullying,” jelasnya.

Selain pencegahan perundungan, pembinaan dilanjutkan oleh Penyuluh Agama Hindu Ni Luh Diah Sri Lestari dengan materi bertajuk “Membangun Fondasi Kokoh, Persiapan Menuju Pernikahan Harmonis.”

Diah menjelaskan pentingnya kesiapan fisik, mental, serta pemahaman ajaran agama Hindu sebagai bekal memasuki jenjang Grehastha (rumah tangga) agar tercipta keluarga yang Sukinah. “Materi ini memberikan pemahaman kepada remaja mengenai pentingnya kesiapan diri, komunikasi, tanggung jawab, serta nilai-nilai keagamaan sebagai bekal menuju kehidupan pernikahan yang harmonis,” ungkap Diah.

Suasana pembinaan berlangsung interaktif melalui sesi konseling remaja, di mana para peserta diberikan ruang aman untuk berdiskusi dan berkonsultasi mengenai dinamika kehidupan remaja.

Rangkaian kegiatan diakhiri dengan penyerahan penyerahan sarana literasi keagamaan berupa Kitab Suci Sarasamuccaya kepada Jero Bendesa, Ketua Pakis, dan Pemangku setempat sebagai sarana penguatan sraddha dan bhakti. Jero Bendesa Desa Adat Biaung pun menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian Kemenag Klungkung dalam membina generasi muda di wilayahnya.

Pelaksanaan program KARMA ini sekaligus menjadi wujud nyata implementasi Asta Protas Kemenag RI yang digagas oleh Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, khususnya pada pilar Layanan Keagamaan Berdampak serta Meningkatkan Kerukunan dan Cinta Kemanusiaan.

Kontributor: Wisnawa


Berita Daerah LAINNYA