Gunungkidul (Bimas Hindu) Semangat toleransi dan gotong royong ditunjukkan TNI, Polri, masyarakat, serta pengempon pura melalui karya bakti di Pura Segara Wukir, kawasan Pantai Ngobaran, Gunungkidul, Kamis (27/8/2026). Bersama-sama, mereka membersihkan area tempat ibadah dan kawasan wisata sebagai bentuk kepedulian terhadap kesucian pura serta kelestarian lingkungan.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI dan HUT ke-76 Kodam IV/Diponegoro. Karya bakti melibatkan anggota Kodim 0730/Gunungkidul yang dipimpin Kapten Arm Suharta, Polsek Saptosari, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pantai Ngobaran, dan pengempon Pura Segara Wukir.
Keterlibatan berbagai unsur dalam kegiatan itu menunjukkan bahwa moderasi beragama dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana yang memberikan manfaat nyata. Perbedaan latar belakang tidak menjadi penghalang untuk bekerja bersama dalam merawat tempat ibadah, menjaga lingkungan, dan menciptakan kenyamanan bagi masyarakat.
Pengempon Pura Segara Wukir, Andi Prasetyo, mengapresiasi kepedulian aparat dan masyarakat terhadap tempat suci umat Hindu tersebut. Menurut Andi, kebersamaan yang terbangun merupakan cerminan kehidupan beragama yang rukun dan harmonis.
“Kami menyambut baik karya bakti membersihkan tempat ibadah yang melibatkan aparat pemerintah bersama masyarakat. Ini merupakan wujud nyata moderasi beragama yang hadir tanpa sekat melalui gotong royong dan kepedulian bersama,” ungkap Andi.
Kapten Arm Suharta menyampaikan bahwa karya bakti merupakan bagian dari kontribusi TNI dalam membangun kepedulian terhadap lingkungan dan kehidupan sosial masyarakat. Kebersihan tempat ibadah dan kawasan wisata perlu dijaga bersama agar memberikan rasa nyaman sekaligus mendukung daya tarik Pantai Ngobaran.
“Karya bakti ini bukan hanya tentang membersihkan lingkungan, tetapi juga membangun kepedulian, menjaga toleransi, serta meningkatkan kenyamanan Pura Segara Wukir sebagai tempat ibadah dan bagian dari daya tarik wisata Pantai Ngobaran,” ujar Suharta.
Pura Segara Wukir merupakan ruang spiritual umat Hindu yang berada dalam lanskap budaya dan wisata Pantai Ngobaran. Merawat kawasan tersebut tidak hanya bermakna menjaga kebersihan dan kesucian tempat ibadah, tetapi juga melestarikan lingkungan serta warisan budaya Gunungkidul.
Karya bakti ini menegaskan bahwa moderasi beragama tidak berhenti pada wacana. Dari Pura Segara Wukir, TNI dan masyarakat menghadirkan toleransi melalui kerja bersama serta mengirimkan pesan bahwa merawat tempat suci, menjaga alam, dan menghormati keberagaman merupakan tanggung jawab seluruh anak bangsa.
Kontributor : Heni Purwanti