Kupang (Bimas Hindu) Pendidikan tidak cukup hanya mengantarkan anak menjadi pintar, tetapi juga harus membentuk manusia yang berbudi pekerti, penuh kasih, bertanggung jawab, dan memiliki kesadaran terhadap Dharma.
Pesan tersebut disampaikan Penyuluh Agama Hindu Provinsi Nusa Tenggara Timur, I Gusti Ayu Sukarmiasih, saat mengisi Renungan Pagi Pro 2 RRI Kupang, Rabu (26/8/2026). Renungan bertajuk “Mendidik dengan Kasih, Membimbing dengan Dharma” itu menyoroti pentingnya keteladanan dalam membentuk karakter anak.
“Pendidikan bukan hanya tentang membuat seseorang menjadi pintar, tetapi juga membentuk manusia agar memiliki budi pekerti, kasih sayang, tanggung jawab, dan kesadaran akan Dharma,” ujar Sukarmiasih.
Menurut Sukarmiasih, proses pendidikan perlu berlandaskan Tri Kaya Parisudha, yakni kesucian dalam berpikir, berkata, dan berbuat. Nilai tersebut dapat ditanamkan melalui keteladanan, tutur kata yang baik, serta perilaku yang mencerminkan Dharma.
“Mendidik dengan kasih berarti mendidik dengan kesabaran, perhatian, dan kepedulian. Anak-anak membutuhkan arahan, tetapi mereka juga membutuhkan rasa dihargai dan didengarkan,” jelasnya.
Sementara itu, membimbing dengan Dharma berarti mengarahkan anak agar mengenal dan menjalankan nilai-nilai kebenaran. Nilai tersebut dapat diwujudkan dengan berkata jujur, menghormati orang tua dan guru, menyayangi sesama, menjaga lingkungan, serta bertanggung jawab atas setiap perbuatan.
Sukarmiasih juga mengutip Bhagavad Gita III.21 yang mengajarkan bahwa tindakan seseorang yang dijadikan teladan akan diikuti oleh orang lain. Karena itu, pendidikan karakter tidak cukup disampaikan melalui nasihat, tetapi harus terlihat dalam perilaku sehari-hari.
“Anak-anak tidak hanya mendengar apa yang kita katakan, tetapi juga melihat apa yang kita lakukan,” katanya.
Dalam pembentukan karakter anak, keluarga dan sekolah memiliki peran yang saling melengkapi. Orang tua merupakan pendidik pertama dalam keluarga, sedangkan guru membantu mengembangkan pengetahuan sekaligus menanamkan nilai-nilai kehidupan.
“Mari kita mendidik dengan hati yang penuh kasih, membimbing dengan kesabaran, dan memberikan keteladanan dalam setiap tindakan,” ajak Sukarmiasih.
Melalui renungan tersebut, Sukarmiasih mengajak umat Hindu menjadikan pendidikan sebagai jalan membangun generasi yang berilmu, berkarakter, memiliki sraddha dan bhakti, serta mampu menjalankan Dharma dalam kehidupan sehari-hari.
Kontributor : Josefina Eldorin Liberty Beribe