Sinergi Penyuluh dan Guru Agama, Perkuat Implementasi Tri Hita Karana di Lingkungan Sekolah

Kegiatan penyuluhan keagamaan bagi para pelajar di SMP Negeri 1 Parigi

Parigi Moutong (Bimas Hindu) — Dalam upaya membentuk karakter dan etika peserta didik sejak dini, Penyuluh Agama Hindu dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Parigi Moutong, Ni Made Suarini, melaksanakan kegiatan penyuluhan keagamaan bagi para pelajar di SMP Negeri 1 Parigi, pada Senin (24/8/2026).

Kegiatan penyuluhan pembinaan umat ini secara khusus mengusung tema "Perwujudan Harmoni Tri Hita Karana dalam Perbuatan, Kata, dan Pikiran". Tema strategis tersebut diangkat sebagai langkah konkret untuk menanamkan pemahaman mendalam kepada para siswa mengenai pentingnya menjaga tiga pilar keharmonisan dalam kehidupan, yakni keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan harmonis antarsesama manusia, serta kepedulian terhadap kelestarian lingkungan alam sekitar.

Dalam sesi penyampaian materi, Ni Made Suarini memberikan edukasi kepada para siswa bahwa penerapan ajaran luhur Tri Hita Karana harus menyatu dalam dinamika kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai keagamaan tersebut diharapkan tidak berhenti sebatas dipahami secara teoretis di dalam ruang kelas, melainkan harus benar-benar diwujudkan melalui pembiasaan sikap, tutur kata yang santun, dan pikiran yang senantiasa dilandasi energi positif.

Pelaksanaan kegiatan penyuluhan ini turut didampingi secara langsung oleh Guru Pendidikan Agama Hindu SMP Negeri 1 Parigi, I Wayan Sutarka, S.Pd.H. Kehadiran tenaga pendidik di sekolah menjadi bagian integral yang sangat penting dalam mendukung keberlanjutan pembinaan keagamaan siswa pascakegiatan penyuluhan. Sinergi ini memastikan bahwa pengawasan dan pembentukan karakter anak didik tetap berjalan berkesinambungan.

Menyambut baik inisiatif tersebut, Kepala SMP Negeri 1 Parigi, Wilson, S.Pd., menyampaikan apresiasi dan dukungan penuhnya terhadap program penyuluhan agama Hindu yang menyapa langsung para pelajar di lingkungan sekolahnya.

"Kami sangat mengapresiasi kegiatan penyuluhan ini karena memberikan penguatan nilai-nilai keagamaan dan pembentukan karakter kepada siswa. Nilai Tri Hita Karana sangat relevan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam membangun hubungan yang harmonis dengan Tuhan, sesama, dan lingkungan. Kami sangat berharap kegiatan positif seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan," ungkap Wilson.

Kegiatan penyuluhan kerohanian tersebut berlangsung dalam suasana yang hangat dan interaktif. Momen ini dimanfaatkan dengan baik oleh para siswa untuk semakin memahami hakikat penerapan ajaran agama dalam menghadapi pergaulan bermasyarakat. Melalui pendekatan persuasif ini, jajaran Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Parigi Moutong terus berkomitmen menjalankan fungsi pembinaan untuk mencetak generasi muda Hindu yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh secara spiritual, berkarakter positif, serta senantiasa mengamalkan nilai Tri Hita Karana.

 

Kontributor: WAYAN WIDANA, S. FIL


Berita Daerah LAINNYA