Mataram (Bimas Hindu) Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan, KH. Miftah Maulana Habiburrahman, menegaskan kerukunan antarumat beragama menjadi salah satu fondasi penting bagi kemajuan Indonesia.
Pesan tersebut disampaikan saat mengunjungi Pura Jagatnatha Mayura, Kota Mataram, Selasa (12/8/2026). Kunjungan itu menjadi bagian dari rangkaian agenda Utusan Khusus Presiden ke sejumlah rumah ibadah di Kota Mataram.
“Kewajiban kita bersama sebagai warga negara untuk senantiasa menjaga kerukunan. Saya meyakini Indonesia maju akan berangkat manakala masyarakatnya rukun,” ujar Miftah.
Didampingi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat, H. Zamroni Aziz, rombongan disambut Ketua PHDI Provinsi NTB, Kepala Bidang Bimas Hindu beserta jajaran, Penglisir Krama Pura Jagatnatha Mayura, serta sekitar 50 umat Hindu.
Dalam kunjungannya, Miftah melihat secara langsung kehidupan keagamaan dan kerukunan yang terbangun di tengah masyarakat Mataram. Menurutnya, menjaga harmoni bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan kewajiban bersama seluruh warga negara.
Perhatian Miftah juga tertuju pada jejak keberagaman yang terdapat di lingkungan Pura Jagatnatha Mayura. Keberadaan peninggalan bernuansa Jawa, Cina, dan Muslim dinilai menunjukkan jejak sejarah penghormatan terhadap perbedaan yang telah tumbuh sejak masa lalu.
Jejak tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa kehidupan masyarakat yang berbeda latar belakang dapat tumbuh berdampingan dan menjadi bagian dari sejarah panjang kehidupan sosial dan keagamaan di Mataram.
Kunjungan ke Pura Jagatnatha Mayura merupakan bagian dari rangkaian agenda Utusan Khusus Presiden di NTB untuk menghadiri Doa Kebangsaan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Umum Sangkareang, Kota Mataram.
Selain Pura Jagatnatha Mayura, Utusan Khusus Presiden juga mengunjungi wihara dan Gereja Katolik Santa Maria Immaculata Mataram serta berziarah ke Makam Tuan Guru Saleh Hambali.
Rangkaian kunjungan lintas rumah ibadah tersebut membawa pesan bahwa keberagaman agama dan keyakinan merupakan bagian dari kehidupan bangsa Indonesia yang perlu terus dirawat melalui sikap saling menghormati, toleransi, persaudaraan, dan komitmen bersama menjaga kerukunan.
Kontributor : Pande Putu