Melalui Program Ruang Pulih, Penyuluh Agama Hindu Kankemenag Bangli Perkuat Pembinaan Spiritual Warga Binaan Lapas Narkotika

Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangli, I Wayan Sudarma dan Ni Wayan Wiraswastini

Bangli (Bimas Hindu) - Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangli, I Wayan Sudarma dan Ni Wayan Wiraswastini, kembali melaksanakan bimbingan rohani bagi warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Bangli, Jumat (31/7/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Ruang Pulih sebagai upaya penguatan mental, spiritual, dan karakter warga binaan selama menjalani masa pembinaan.

Pada kesempatan tersebut, tim penyuluh menyampaikan materi bimbingan bertema "Ketuhanan dalam Analisis Simbol." Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa berbagai sarana dan simbol keagamaan dalam ajaran Hindu, khususnya tradisi di Bali, memiliki makna filosofis yang mendalam sebagai media (yantra) untuk mendekatkan diri kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Penyuluh memaparkan bahwa terdapat beberapa jenis yantra, di antaranya Pratima, Pratika, Niyasa, Arca, dan Murti. Pembahasan dalam pembinaan ini difokuskan pada Yantra Niyasa melalui penggunaan canang sebagai sarana upakara sederhana yang paling sering digunakan dalam pelaksanaan yadnya di Bali.

Setiap unsur dalam canang disampaikan memiliki makna simbolis yang luhur, seperti porosan sebagai lambang Tri Murti (Brahma, Vishnu, Siwa), bunga sebagai simbol Dewata, serta daun pandan sebagai simbol Dewa Siwa. Melalui pemahaman terhadap simbol-simbol suci tersebut, warga binaan diharapkan tidak hanya memahami bentuk fisik sarana upacara, tetapi juga mampu menghayati nilai-nilai ketuhanan yang terkandung di dalamnya.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Sebanyak 80 orang warga binaan mengikuti jalannya pembinaan dengan penuh antusias dan tertib. Dalam sesi tersebut, warga binaan juga menyampaikan aspirasi dan harapan agar praktik Kultivasi AUM dapat kembali dilaksanakan sebagai bagian dari pengayaan pembinaan spiritual mereka.

Penyuluh Agama Hindu Kankemenag Bangli, I Wayan Sudarma, menegaskan bahwa pembinaan melalui Program Ruang Pulih tidak hanya bertujuan untuk menambah wawasan keagamaan, melainkan juga membangun kesadaran spiritual sebagai bekal fondasi perubahan diri.

"Simbol-simbol suci dalam ajaran Hindu bukan sekadar pelengkap upacara, melainkan sarana untuk memahami kehadiran Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam setiap aspek kehidupan. Melalui pembinaan ini kami berharap warga binaan mampu memaknai nilai-nilai spiritual tersebut, memperkuat sradha dan bhakti, serta menjadikannya sebagai landasan untuk memperbaiki diri dan menjalani kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat," ujar I Wayan Sudarma.

Melalui Program Ruang Pulih, Kementerian Agama terus berkomitmen hadir untuk memberikan layanan pembinaan keagamaan yang inklusif. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat pemahaman ajaran agama, menumbuhkan karakter yang berakhlak mulia, serta mendukung proses rehabilitasi warga binaan agar dapat bangkit, pulih, dan siap berkontribusi positif bagi masyarakat setelah menyelesaikan masa pembinaan.

Kontributor/Penulis : I Wayan Sudarma & Ni Wayan Wiraswastini


Berita Daerah LAINNYA