Memperkuat Sradha dan Bhakti: Penyuluh Agama Hindu Kemenag NTT Pimpin Doa Bersama Lintas Agama untuk Korban Gempa Flores

Lima penyuluh agama yang mewakili umat Katolik, Kristen, Hindu, Buddha, dan Islam

KUPANG (Bimas Hindu) – Dalam semangat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Penyuluh Agama Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), I Gusti Ayu Sukarmiasih, S.Ag., turut memimpin doa bersama lintas agama untuk masyarakat terdampak bencana gempa bumi di Flores. Doa bersama ini dilaksanakan khidmat sesudah Upacara Bendera HUT ke-81 RI yang berlokasi di Halaman Tengah Kanwil Kemenag Provinsi NTT, Senin (17/8/2026).

Kegiatan doa bersama lintas agama ini dipimpin oleh lima penyuluh agama yang mewakili umat Katolik, Kristen, Hindu, Buddha, dan Islam. Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Kanwil Kemenag Provinsi NTT Fransiskus Karyanto, S.Ag., M.Si., Kepala Bagian Tata Usaha Ishak Sulaiman, S.Ag., jajaran Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Hindu, Kepala Bidang, serta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kanwil Kemenag NTT.

Mewakili umat Hindu, I Gusti Ayu Sukarmiasih memanjatkan doa khusyuk (mantram dan permohonan) kehadirat Ida Sang Hyang Widhi Wasa / Tuhan Yang Maha Esa. Doa tersebut dipanjatkan agar masyarakat Flores yang terdampak musibah gempa bumi senantiasa dianugerahi perlindungan, ketabahan, kesehatan, serta keselamatan.

“Melalui doa ini kami memohon perlindungan bagi saudara-saudari kami di daratan Flores yang terkena bencana gempa bumi. Semoga diberikan kekuatan, ketabahan, dan kesehatan kepada seluruh masyarakat yang mengalami musibah,” ungkap I Gusti Ayu Sukarmiasih.

Lebih lanjut, dalam doanya beliau menegaskan pentingnya mengaktualisasikan nilai-nilai ajaran agama Hindu, khususnya nilai kesetiakawanan sosial Tat Twam Asi ("Aku adalah engkau, engkau adalah aku") dalam menghadapi musibah kemanusiaan.

“Om Hyang Widhi Wasa, tumbuhkanlah semangat Tat Twam Asi, sehingga dalam suka maupun duka kita senantiasa saling menolong, peduli, dan menguatkan sebagai satu keluarga besar bangsa Indonesia,” puji dan pintanya. Beliau juga memohon agar seluruh relawan dan petugas yang berjuang di lapangan senantiasa dilimpahi ketulusan, kekuatan, dan keselamatan.

Kepala Kanwil Kemenag NTT, Fransiskus Karyanto, S.Ag., M.Si., dalam sambutannya usai doa bersama,  mengajak seluruh ASN Kementerian Agama untuk menjadikan momentum HUT Kemerdekaan RI ini sebagai sarana memperbarui komitmen pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

“Di momen ini saya mengajak kita semua sebagai ASN Kementerian Agama, mari kita jadikan hari kemerdekaan ini sebagai pembaruan hati kita, pembaruan budi kita, dan pertobatan kita untuk bersama-sama kembali berkomitmen, bekerja, dan berjanji setia kepada bangsa dan negara,” tegas Kakanwil.

Menanggapi bencana di Flores, Kakanwil secara khusus menginstruksikan seluruh jajaran urusan agama, termasuk para Pembimas dan Penyuluh Agama di wilayah terdampak, untuk turun ke lapangan memberikan pendampingan dan penguatan psikologis (trauma healing) kepada umat, serta menggalang donasi aksi peduli kemanusiaan.

“Mumpung kita masih hidup, sehat, dan bisa bekerja, mari gunakan mata kita untuk melihat, telinga kita untuk mendengar, tangan kita untuk menolong, dan kaki kita untuk membimbing teman-teman kita di lapangan,” tutur Fransiskus Karyanto.

Melalui pelaksanaan doa bersama lintas agama dan aksi nyata ini, jajaran Bimas Hindu bersama keluarga besar Kanwil Kemenag Provinsi NTT berharap kedamaian, keselamatan, dan pemulihan bagi Flores dapat segera terwujud demi kedamaian dan kesejahteraan seluruh umat (Moksartham Jagadhita ya ca iti Dharma)

Kontributor: Josefina Eldorin Liberty Beribe, S.Ak


Berita Daerah LAINNYA