Lampung Tengah (Bimas Hindu) – Hari Suci Galungan sering kali diidentikkan dengan kemeriahan fisik, keindahan penjor yang menjulang, dan rangkaian upacara yang padat. Namun, agar hari kemenangan Dharma melawan Adharma ini tidak kehilangan makna terdalamnya dan terjebak dalam rutinitas tahunan semata, aspek penguatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) umat harus terus dipelihara dan ditingkatkan.
Semangat inilah yang mendasari pembukaan Kegiatan Pasraman Kilat Ke-27 Wilayah Barat Kabupaten Lampung Tengah pada Sabtu, 20 Juni 2026. Bertempat di Kampung Sendang Rejo, Kecamatan Sendang Agung, kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen jajaran Kementerian Agama dalam membangun fondasi karakter generasi muda Hindu yang cerdas secara spiritual dan intelektual.
Acara ini dibuka secara resmi oleh Penyelenggara Hindu Kabupaten Lampung Tengah, Dewa Gede Raka Ananta, S.Ag., M.Pd.H., yang didampingi oleh Ketua Pokjaluh Agama Hindu, I Ketut Ginada, S.Pd., S.H., beserta Penyuluh Agama Hindu dan staf.
Menyasar anak-anak dan remaja Hindu di wilayah barat Lampung Tengah, pasraman kilat ini dirancang bukan sebagai kelas formal yang kaku, melainkan sebuah ruang inkubasi spiritual. Tujuannya sangat jelas yaitu memperkuat pemahaman ajaran Dharma, tata cara sembahyang yang benar, praktik keagamaan, serta penanaman nilai kekeluargaan sejak usia dini.
Ketua Panitia Pasraman Kilat Ke-27 Wilayah Barat, Edi Marsudi, S.Pd., menyampaikan bahwa tema yang diangkat tahun ini sengaja diselaraskan dengan marwah Hari Raya Galungan, yaitu: "Yoana Jyoti Dharma Ananta: Cahaya Kebenaran Abadi yang menjadi Anugerah dari Tuhan Yang Tak Terhingga". Melalui tema ini, peserta diajak untuk menyadari bahwa kemenangan Dharma yang sejati harus terpancar melalui ilmu pengetahuan dan keluhuran budi pekerti yang ada dalam diri mereka.
Selama empat hari, sekitar 300 peserta yang berasal dari 7 kecamatan meliputi Kecamatan Sendang Agung, Kalirejo, Bekri, Pubian, Selagai Lingga, Padang Ratu, dan Anak Ratu Aji akan digembleng bersama. Mereka tidak hanya belajar teori agama, tetapi juga praktik upacara, seni keagamaan, hingga outbound rohani yang menyenangkan. Proses pembelajaran ini dibimbing langsung oleh Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) Lampung berkolaborasi dengan Penyuluh Agama Hindu Kemenag Kabupaten Lampung Tengah.
Dalam sambutannya, Penyelenggara Hindu Lampung Tengah menegaskan pentingnya pasraman ini sebagai wadah simakrama (silaturahmi) sekaligus ruang bertumbuh bersama. “Pasraman kilat menjadi ruang untuk anak-anak kita belajar dan bertumbuh bersama serta bersimakrama antar umat Hindu dari berbagai wilayah kecamatan. Harapannya setelah selesai, mereka makin mantap dalam keyakinan dan bisa jadi contoh di keluarga,” harapnya hangat saat membuka acara.
Suasana pembukaan berlangsung sangat khidmat, diawali dengan persembahyangan bersama yang diikuti oleh seluruh hadirin. Turut hadir memberikan dukungan moral di lokasi acara antara lain Kepala Kampung, jajaran Forkopimcam Sendang Agung, PHDI Kecamatan, Tokoh Lintas Agama, tokoh masyarakat, para Pinandita/Pemangku, serta orang tua peserta yang antusias mengantarkan putra-putri mereka menuju perubahan yang lebih baik.
Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung hingga beberapa hari ke depan ini nantinya akan ditutup dengan upacara penutupan serta pentas seni keagamaan, di mana para peserta akan menampilkan bakat dan hasil belajar spiritual yang telah mereka serap selama kegiatan berlangsung.
Melalui kegiatan terstruktur seperti pasraman kilat ini, umat Hindu di Lampung Tengah membuktikan bahwa menjaga tradisi Galungan terbaik adalah dengan menginvestasikan pengetahuan dan karakter ke dalam diri generasi penerusnya. Tradisi akan tetap hidup dan bermakna, ketika SDM yang menjalankannya memiliki kedalaman pemahaman keagamaan yang kokoh.