Perkuat Karakter Generasi Muda, Kemenag Karangasem Bekali Sekaa Truna Mekar dengan Ajaran Tat Twam Asi

Penyuluh Agama Hindu dan PLO Kemenag Karangasem memberikan pembinaan karakter kepada Sekaa Truna Mekar melalui ajaran Tat Twam Asi di Banjar Adat Karanganyar.

Karangasem (Bimas Hindu) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karangasem melalui Penata Layanan Operasional (PLO) Kecamatan Manggis melaksanakan pembinaan keagamaan bertema “Pembentukan Karakter Generasi Muda dalam Ajaran Tat Twam Asi” bersama Sekaa Truna Mekar, Banjar Adat Karanganyar, Desa Nyuhtebel, Sabtu (8/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan berkelanjutan untuk memperkuat karakter generasi muda Hindu di lingkungan desa adat. Pembinaan dilaksanakan dengan melibatkan Penyuluh Agama Hindu, I Gusti Ayu Sri Juliantari, S.Sos.H., serta PLO Kecamatan Manggis, I Ketut Sudarma, S.Pd., dan I Kadek Arya Semara Dwipa, S.Pd.

Dalam kegiatan tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya membangun karakter yang santun, peduli, bertanggung jawab, dan berlandaskan nilai-nilai Dharma. Melalui ajaran Tat Twam Asi, generasi muda diajak memahami pentingnya empati, saling menghormati, serta menjaga keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat.

Selain Tat Twam Asi, pembinaan juga menekankan penerapan Tri Kaya Parisudha sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Peserta diajak membiasakan diri untuk berpikir (manacika), berkata (wacika), dan berbuat (kayika) secara baik dan benar. Nilai tersebut diharapkan menjadi landasan bagi generasi muda dalam membangun perilaku yang selaras dengan ajaran agama Hindu.

Salah satu peserta, I Putu Weda Suardana, menyampaikan bahwa pembinaan tersebut memberikan pemahaman yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, khususnya dalam membangun hubungan dengan sesama.

“Melalui kegiatan ini kami lebih memahami bagaimana menerapkan ajaran Tat Twam Asi dalam kehidupan, terutama dalam berinteraksi dengan sesama,” ungkap I Putu Weda Suardana.

Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari Bendesa Adat Karanganyar, I Nyoman Gamberong. Menurutnya, pembinaan karakter bagi generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan nilai-nilai agama dan kehidupan sosial di lingkungan desa adat.

“Kami sangat menyambut baik kegiatan ini karena mampu memberikan pembinaan karakter kepada generasi muda. Harapannya kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan,” ungkap I Nyoman Gamberong.

Kehadiran Penyuluh Agama Hindu dan PLO dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Kementerian Agama Kabupaten Karangasem untuk menghadirkan pembinaan keagamaan secara langsung di tengah masyarakat. Pembinaan tidak hanya diarahkan pada pemahaman ajaran secara konseptual, tetapi juga pada bagaimana nilai-nilai Hindu diterapkan dalam perilaku dan kehidupan sosial generasi muda.

Melalui pembinaan tersebut, Sekaa Truna Mekar diharapkan mampu tumbuh sebagai generasi muda Hindu yang berkarakter, berintegritas, memiliki Sraddha dan Bhakti, serta mampu menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat.

Kontributor : Finxi


Berita Daerah LAINNYA