Bangli (Bimas Hindu) Memasuki kehidupan berumah tangga membutuhkan kesiapan yang tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga spiritual, mental, emosional, sosial, dan ekonomi. Hal tersebut menjadi perhatian Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangli dalam memberikan bimbingan keagamaan kepada 32 yowana Desa Adat Tembuku Kelod, Sabtu (8/8/2026).
Bimbingan mengangkat tema “Dari Yowana Menuju Grahasta: Penguatan Nilai Hindu dalam Persiapan Wiwaha Saṁskāra”. Kegiatan dilaksanakan oleh Penyuluh Agama Hindu Ni Wayan Wiraswastini, I Gusti Ayu Nurcahyani, dan I Wayan Budeyasa, dengan dukungan Bendesa Adat Tembuku Kelod I Nyoman Madam Malik.
Bimbingan tersebut diarahkan untuk memberikan pemahaman sekaligus bekal spiritual kepada generasi muda Hindu agar lebih siap ketika memasuki kehidupan berumah tangga.
Dalam perspektif Hindu, perkawinan tidak semata-mata dipahami sebagai ikatan antara laki-laki dan perempuan. Perkawinan merupakan bagian dari saṁskāra, yakni proses penyucian diri dalam tahapan kehidupan menuju Gṛhastha Āśrama.
Karena itu, para yowana diajak memahami bahwa kesiapan memasuki kehidupan perkawinan perlu dibangun secara menyeluruh. Selain kesiapan spiritual, diperlukan pula kematangan mental dan emosional, kemampuan berinteraksi secara sosial, serta kesiapan ekonomi.
Rumah tangga, menurut materi bimbingan, hendaknya dibangun di atas landasan dharma, kasih sayang, kesetiaan, komunikasi yang baik, serta tanggung jawab bersama. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting agar kehidupan keluarga dapat berjalan harmonis.
“Memasuki jenjang Gṛhastha bukan hanya perubahan status kehidupan, tetapi juga kesiapan menjalankan tanggung jawab sebagai pasangan dan anggota masyarakat. Karena itu, generasi muda perlu mempersiapkan diri dengan landasan dharma, komunikasi yang baik, serta komitmen untuk saling menghormati,” ujar Ni Wayan Wiraswastini.
Bendesa Adat Tembuku Kelod I Nyoman Madam Malik mengapresiasi pelaksanaan bimbingan tersebut. Menurutnya, materi yang diberikan memberikan manfaat bagi para yowana sebagai bekal dalam mempersiapkan kehidupan berumah tangga.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Penyuluh Agama Hindu Kementerian Agama Kabupaten Bangli yang telah memberikan bimbingan kepada yowana kami. Materi yang diberikan sangat bermanfaat sebagai bekal bagi generasi muda dalam mempersiapkan kehidupan berumah tangga yang harmonis dan berlandaskan dharma. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan,” ungkap Madam Malik
Melalui bimbingan tersebut, Penyuluh Agama Hindu berharap para yowana memiliki kesiapan yang lebih utuh dalam membangun keluarga sukinah, harmonis, dan berlandaskan nilai-nilai Hindu.
Pembinaan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Kementerian Agama dalam memperkuat pendampingan kepada generasi muda Hindu, khususnya dalam mempersiapkan mereka memasuki tahapan kehidupan Gṛhastha Āśrama secara matang dan bertanggung jawab.
Kontributor : I Made Sudiana