Bolaang Mongondow (Bimas Hindu) - Upaya meningkatkan kapasitas perempuan dalam memahami persoalan keluarga dan kesehatan anak dilakukan melalui Sosialisasi Peningkatan Kapasitas Pengetahuan Gender, Pemberdayaan Perempuan dan Pencegahan Stunting yang digelar Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Sulawesi Utara di Desa Werdhi Agung, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sabtu (8/8/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara, Kasubdit Urusan pada Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI, serta Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Sulawesi Utara.
Sosialisasi menjadi ruang bagi peserta untuk memperluas pemahaman mengenai kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, serta langkah pencegahan stunting yang dapat dilakukan sejak dini. Pembahasan juga menempatkan keluarga sebagai lingkungan pertama dalam membangun pola pengasuhan, pemenuhan kebutuhan gizi, dan tumbuh kembang anak.
Dalam kegiatan tersebut, perempuan didorong untuk memiliki pengetahuan dan kapasitas yang memadai agar dapat mengambil peran lebih besar dalam kehidupan keluarga maupun masyarakat. Pemberdayaan perempuan dipandang tidak hanya berkaitan dengan posisi dalam keluarga, tetapi juga kemampuan berkontribusi dalam membangun lingkungan yang sehat dan berkualitas.
Pembimas Hindu Sulawesi Utara menyampaikan bahwa peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai gender, pemberdayaan perempuan, dan pencegahan stunting perlu dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, persoalan tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai unsur, mulai dari pemerintah, organisasi keagamaan, organisasi perempuan, hingga masyarakat.
“Kolaborasi antara pemerintah, organisasi keagamaan, organisasi perempuan, dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan keluarga yang sehat, mandiri, dan berkualitas,” ujar Pembimas Hindu Sulawesi Utara.
Pencegahan stunting juga menjadi bagian penting dalam pembahasan karena berkaitan dengan kualitas generasi yang akan datang. Pemahaman mengenai kesehatan dan kebutuhan anak sejak masa pertumbuhan menjadi bekal bagi keluarga untuk melakukan langkah pencegahan secara lebih tepat.
Kegiatan di Desa Werdhi Agung sekaligus memperlihatkan peran organisasi keagamaan perempuan dalam membawa isu pembangunan keluarga ke tengah masyarakat. WHDI tidak hanya menjadi wadah aktivitas sosial dan keagamaan, tetapi juga menjadi ruang edukasi yang berkaitan dengan persoalan keluarga dan kualitas kehidupan umat.
Kehadiran unsur Kementerian Agama, PHDI, dan WHDI dalam kegiatan tersebut memperkuat ruang kolaborasi untuk memperluas edukasi kepada masyarakat. Pendekatan berbasis komunitas menjadi penting agar pengetahuan yang diperoleh dalam sosialisasi dapat diterapkan dalam kehidupan keluarga dan lingkungan sekitar.
Penguatan pengetahuan perempuan menjadi salah satu pintu untuk membangun keluarga yang lebih siap menghadapi persoalan kesehatan dan pengasuhan. Melalui edukasi yang dilakukan bersama organisasi keagamaan dan masyarakat, pesan tentang kesetaraan, pemberdayaan perempuan, serta pencegahan stunting dapat diteruskan dari ruang sosialisasi ke kehidupan keluarga sehari-hari.
Kontributor : I Made Juni Saputra