KENDARI – Sekitar 200 Guru Pendidikan Agama Hindu dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara mengikuti pembinaan secara daring yang digelar Bimbingan Masyarakat Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara, Selasa (21/7/2026). Kegiatan bertema "Tertib Administrasi, Profesional dalam Mengabdi, Berdampak bagi Umat" itu menjadi upaya menjaga peningkatan kompetensi guru di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah.
Pembinaan yang berlangsung melalui Zoom Meeting dipimpin Pembimbing Masyarakat Hindu Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara bersama jajaran Bimas Hindu. Kegiatan juga diikuti pengurus Kelompok Kerja Guru (KKG), Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Hindu tingkat provinsi dan kabupaten/kota, serta Kepala Seksi Bimas Hindu Kementerian Agama Kabupaten Konawe Selatan.
Dalam arahannya, Pembimas Hindu menegaskan bahwa efisiensi anggaran tidak boleh mengurangi kualitas pembinaan bagi guru. Pemanfaatan teknologi, menurutnya, menjadi solusi agar pembinaan tetap menjangkau seluruh guru secara efektif tanpa mengurangi substansi materi.
"Kondisi efisiensi anggaran tidak boleh menjadi penghalang untuk meningkatkan kualitas sumber daya guru. Melalui pembinaan daring, guru tetap dapat memperoleh penguatan kompetensi, profesionalisme, dan pelayanan pendidikan yang berkualitas," ujarnya.
Salah satu materi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut adalah sosialisasi Keputusan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Nomor 4 Tahun 2026 tentang Petunjuk Teknis Penyaluran Tunjangan Profesi Guru (TPG). Peserta memperoleh penjelasan mengenai persyaratan administrasi, mekanisme penyaluran tunjangan, kewajiban pemutakhiran data, hingga pelaporan yang harus dipenuhi oleh guru penerima TPG.
Selain itu, peserta mendapat penguatan mengenai pentingnya tertib administrasi sebagai bagian dari profesionalisme guru. Administrasi dipandang tidak hanya sebagai kewajiban, tetapi juga bentuk akuntabilitas dan integritas dalam menjalankan tugas sebagai pendidik.
Pembinaan juga menekankan peningkatan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Guru Pendidikan Agama Hindu diharapkan tidak hanya berperan sebagai pendidik di ruang kelas, tetapi juga menjadi teladan dan penggerak pembinaan umat di lingkungan masing-masing.
Dalam kegiatan tersebut terungkap bahwa dari sekitar 200 Guru Pendidikan Agama Hindu binaan Bimas Hindu Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara, sebanyak 151 guru ASN dan non-ASN telah memiliki Sertifikat Pendidik sekaligus menerima Tunjangan Profesi Guru (TPG). Mereka bertugas di satuan pendidikan umum maupun satuan pendidikan keagamaan Hindu atau Widyalaya.
Pada sesi berikutnya, Admin SimPATIKA, Adi Mulyono, memberikan materi mengenai validasi dan pemutakhiran data guru melalui aplikasi SimPATIKA. Ia menjelaskan bahwa keakuratan data menjadi salah satu syarat penting dalam berbagai layanan administrasi, termasuk penyaluran TPG, validasi status kepegawaian, dan pemenuhan beban kerja guru.
Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan mengenai administrasi guru, implementasi kebijakan, pengembangan kompetensi, hingga pengelolaan data pada SimPATIKA. Tingginya partisipasi peserta menunjukkan besarnya perhatian guru terhadap peningkatan kualitas layanan pendidikan dan tata kelola administrasi.
Pembimas Hindu juga mengajak KKG dan MGMP agar terus berperan sebagai ruang belajar bersama bagi para guru. Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, kedua organisasi profesi tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya inovasi pembelajaran, memperkuat kompetensi pendidik, serta mendukung pengembangan Pasraman sebagai bagian dari ekosistem pendidikan Hindu di Sulawesi Tenggara.