Perkuat Asta Protas Kemenag RI, WHDI Kota Semarang Bedah Teologi Kepemimpinan Asta Brata

Pembimas Hindu Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah membimbing jajaran pengurus WHDI Kota Semarang mengenai moderasi beragama

Semarang (Bimas Hindu) — Menguatkan integrasi ajaran teologi kepemimpinan dan arah kebijakan publik dalam merawat kerukunan bangsa, Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Hindu Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah membimbing jajaran pengurus WHDI Kota Semarang mengenai moderasi beragama di Hotel Horison Inn Alaska, Semarang, Sabtu (5/9/2026).

Dalam Seminar Moderasi Beragama bertema "Membangun Pilar Bangsa Sebagai Wujud Bangsa Berbudaya dengan Kebhinekaan" tersebut, Pembimas Hindu Kanwil Kemenag Jatihan, Eko Pujianto, menguraikan empat pilar teologi kepemimpinan Hindu: Dharma (kebenaran dan keadilan), Asta Brata (delapan sifat teladan), Pañca Upaya Sandhi (kebijaksanaan menyelesaikan dinamika sosial), serta Tat Twam Asi (empati kemanusiaan).

Eko Pujianto menegaskan bahwa keempat nilai luhur tersebut harus diterjemahkan ke dalam tindakan nyata dan selaras dengan arah strategis Program Asta Protas Kementerian Agama RI 2025–2029, khususnya pada prioritas peningkatan kerukunan dan cinta kemanusiaan.

"Nilai-nilai luhur ini tidak hanya menjadi tuntunan spiritual, tetapi juga acuan moral dalam kehidupan bermasyarakat. Ketika prinsip Tat Twam Asi diresapi, sikap saling menghormati dan toleransi antarumat beragama akan terbangun secara kokoh," ujar Eko Pujianto.

Ia menjelaskan, kebijakan publik merupakan instrumen nyata pemerintah untuk membumikan nilai moderasi beragama melalui penanganan konflik secara damai serta penguatan peran lembaga keagamaan.

Eko turut memberikan apresiasi tinggi kepada Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kota Semarang yang terus konsisten menjadi pelopor pilar kerukunan, dimulai dari penguatan edukasi kebhinekaan di lingkungan keluarga hingga masyarakat luas.

"Kebijakan publik merupakan instrumen untuk menerjemahkan nilai moderasi beragama ke dalam pilar kehidupan berbangsa. Melalui penguatan peran organisasi keagamaan perempuan seperti WHDI, penanaman nilai toleransi dan kebhinekaan dapat menjangkau akar rumput secara efektif," lanjutnya.

Melalui sinergi antara nilai ajaran suci dan kebijakan Asta Protas ini, Kemenag Jawa Tengah berkomitmen untuk terus memfasilitasi ruang-ruang dialog interaktif guna mencetak kepemimpinan keumatan yang bijaksana, moderat, dan inklusif.

 

Kontributor: Edi Sutrisno


Berita Daerah LAINNYA