Dharma Jadi Kompas Moral 30 Pemuda Tenganan Hadapi Tantangan Zaman

Penyuluh Hindu bina Sekaa Teruna Giri Winangun

Karangasem, Bali (Bimas Hindu) Sebanyak 30 pemuda yang tergabung dalam Sekaa Teruna Giri Winangun, Banjar Adat Bukit Kangin, Desa Tenganan, Kecamatan Manggis, dibekali pemahaman tentang Dharma sebagai kompas moral dalam bersikap, bertindak, dan mengambil keputusan di tengah perubahan zaman.

Pembinaan yang dilaksanakan Penyuluh Agama Hindu bersama Penata Layanan Operasional (PLO) Kecamatan Manggis, Minggu (6/9/2026), diarahkan agar ajaran Dharma tidak hanya dipahami sebagai konsep keagamaan, tetapi menjadi landasan bagi generasi muda ketika menghadapi berbagai pilihan dan tantangan dalam kehidupan sehari-hari.

Penyuluh Agama Hindu IGA Sri Juliantari menilai derasnya perubahan dan modernisasi membuat generasi muda membutuhkan pegangan nilai agar tidak kehilangan arah.

“Di tengah arus modernisasi, pemahaman Dharma sangat krusial agar generasi muda tidak kehilangan arah. Kami ingin membekali mereka agar nilai-nilai kebenaran dan kebajikan senantiasa menjadi landasan utama dalam setiap tindakan dan pengambilan keputusan sehari-hari,” ujar Sri Juliantari.

Melalui internalisasi nilai Dharma, para pemuda diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, bertanggung jawab, serta menjunjung tinggi nilai kebenaran. Pembinaan juga diarahkan untuk memperkuat kecintaan generasi muda terhadap agama, seni, dan budaya Hindu.

Ketua Sekaa Teruna Giri Winangun, I Gede Sumerta Yasa, mengapresiasi pembinaan yang dilakukan Kemenag Karangasem. Menurut Sumerta, kehadiran penyuluh membantu generasi muda memperoleh penguatan agama sekaligus pembentukan karakter.

“Kami menyampaikan apresiasi yang tinggi atas pelaksanaan pembinaan ini. Kehadiran Kemenag di tengah Sekaa Teruna sangat membantu memperkuat pemahaman agama sekaligus membentuk karakter pemuda kami agar berakhlak mulia,” ungkap Sumerta.

Pembinaan terhadap Sekaa Teruna juga menjadi ruang untuk menjaga hubungan antara Sraddha dan Bhakti, pembentukan karakter, serta pelestarian tradisi. Dengan pendekatan yang berkelanjutan, nilai-nilai Hindu diharapkan tetap menjadi pegangan generasi muda dalam menghadapi perkembangan zaman tanpa kehilangan keterhubungan dengan agama dan budaya leluhur.

Kontributor: Finxi


Berita Daerah LAINNYA