Karangasem, Bali (Bimas Hindu) Kebakaran hutan dan lahan masih terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Di tengah kondisi tersebut, Kemenag Karangasem bersama Kodim 1623/Karangasem melakukan penanaman pohon di Desa Bhuana Giri, Kecamatan Bebandem, sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan dan menekan risiko kebakaran lahan di masa mendatang.
Aksi penghijauan yang dilaksanakan Minggu (6/9/2026) itu menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI. Pohon sawo, alpukat, dan asam ditanam sebagai tanaman produktif sekaligus pelindung untuk memperkuat penghijauan di kawasan tersebut.
Langkah pencegahan menjadi relevan karena ancaman kebakaran hutan dan lahan masih berlangsung. BNPB pada 7 September 2026 melaporkan karhutla masih mendominasi kejadian bencana di sejumlah daerah. Kebakaran antara lain terjadi di Klaten, Sragen, Banyumas, dan Palopo. Pemerintah juga masih memusatkan pengendalian karhutla di enam provinsi prioritas, yakni Jambi, Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
Pemantauan Kementerian Kehutanan pada 5 September 2026 juga menemukan 558 titik panas yang kuat mengindikasikan kebakaran di berbagai wilayah Indonesia. Jumlah tersebut turun dibandingkan sehari sebelumnya yang mencapai 818 titik, tetapi kewaspadaan tetap diperlukan selama musim kemarau.
Penata Layanan Operasional (PLO) Kecamatan Bebandem I Wayan Subawa mengatakan penanaman pohon menjadi bagian dari kepedulian bersama terhadap lingkungan sekaligus langkah antisipasi terhadap potensi kebakaran lahan.
“Kehadiran kami dalam kegiatan penanaman pohon ini adalah wujud dukungan nyata institusi terhadap pelestarian lingkungan. Sinergi lintas sektoral ini sangat penting untuk menjaga keseimbangan alam sekaligus mengantisipasi potensi kebakaran lahan di wilayah Bebandem,” ujar Subawa.
Penanaman pohon memang bukan langkah yang langsung memadamkan api. Namun, penghijauan menjadi investasi jangka panjang untuk menjaga tutupan lahan, memperbaiki kondisi lingkungan, dan membangun kepedulian masyarakat terhadap kawasan yang rawan terbakar.
Perbekel Desa Bhuana Giri I Gede Partadana mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam kegiatan tersebut.
“Kami menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kodim 1623/Karangasem yang telah menginisiasi kegiatan penghijauan ini, serta kepada seluruh pihak yang turut berpartisipasi aktif menjaga kelestarian lingkungan di wilayah kami,” ungkap Partadana.
Di tengah ancaman karhutla yang masih terjadi di berbagai daerah, kegiatan di Bhuana Giri membawa pesan bahwa pencegahan perlu dilakukan sebelum api muncul. Menanam pohon, menjaga kondisi lahan, dan membangun kepedulian bersama terhadap lingkungan menjadi bagian dari langkah sederhana yang dapat dilakukan dari tingkat daerah.
Kontributor : Finxi