Mamuju (Bimas Hindu) — Menguatkan mutu pendidikan keagamaan nonformal dan karakter generasi muda, Pasraman Widya Saraswati mengintegrasikan penguatan nilai-nilai Catur Paramita ke dalam metode pembelajaran karakter di Papalang, Mamuju, Sulawesi Barat, Minggu (13/9/2026).
Langkah ini menjadi bagian dari transformasi pengajaran di Pasraman untuk memastikan generasi muda Hindu memiliki keseimbangan antara kemampuan kognitif, kepekaan sosial, dan etika berinteraksi di era digital.
Melalui pendekatan berbasis Catur Paramita, para siswa diajak mengaktualisasikan empat nilai luhur dalam kehidupan sehari-hari, yakni kasih sayang (Maitri), welas asih (Karuna), empati (Mudita), serta toleransi dan pengendalian diri (Upeksa).
Pengelola layanan pendidikan Pasraman, Komang Agus Sukra A., menjelaskan bahwa integrasi nilai keagamaan dalam metode pembelajaran Pasraman terbukti efektif membentuk kesadaran moral siswa.
“Pembentukan karakter di Pasraman tidak hanya berfokus pada pemahaman teori keagamaan, melainkan pembiasaan nilai-nilai etika. Melalui penerapan ajaran Catur Paramita, generasi muda dilatih untuk memiliki sikap bijaksana, toleran, dan bijak dalam merespons dinamika di media sosial,” jelas Komang Agus.
Penguatan metode pembelajaran etika ini diharapkan dapat memperkokoh peran Pasraman sebagai lembaga pendidikan keagamaan Hindu yang mencetak generasi unggul, berkarakter mulia, serta berdaya saing.
Kontributor: Komang Agus Sukra A