Tulang Bawang Barat (Bimas Hindu) --- Umat Hindu di Tiyuh Murnijaya, Kabupaten Tulang Bawang Barat, kembali menggelar persembahyangan rutin Kliwonan di Pura Dharma Putra, Kamis (20/8/2026). Tradisi keagamaan yang dilaksanakan setiap lima hari sekali ini merupakan bagian dari warisan spiritual turun-temurun yang terus dijaga oleh masyarakat setempat, yang memiliki keterkaitan sejarah transmigrasi dari Banyuwangi.
Hadir mendampingi umat, Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Tulang Bawang Barat, Eko Sriwulan, memberikan pembinaan spiritual sekaligus menyampaikan pentingnya menjaga keberadaan pura sebagai tempat suci yang hidup melalui aktivitas keagamaan yang berkelanjutan.
Dalam pembinaannya, Eko Sriwulan menegaskan bahwa nilai utama dari sebuah tempat suci terletak pada konsistensi peribadatan dan kesucian aktivitas di dalamnya.
"Pura akan tetap hidup apabila umat terus hadir, bersembahyang, dan menjadikannya sebagai tempat untuk mendekatkan diri kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Persembahyangan Kliwonan yang dilakukan secara turun-temurun merupakan warisan spiritual yang sangat berharga. Tradisi ini hendaknya terus dijaga, bukan sekadar sebagai kebiasaan, tetapi sebagai wujud sradha dan bhakti serta bentuk rasa syukur kita kepada Tuhan," ujar Eko Sriwulan.
Selain sebagai media peningkat kualitas spiritual (sradha dan bhakti), ia menambahkan bahwa ruang persembahyangan rutin menjadi wadah konsolidasi sosial untuk mempererat rasa kebersamaan dan saguluk-saguluk antarumat. Eko juga secara khusus mengimbau para orang tua untuk terus melibatkan anak-anak dan generasi muda dalam setiap ritual persembahyangan agar nilai-nilai Dharma dapat diwariskan secara berkesinambungan.
"Mari kita rawat pura bukan hanya bangunannya, tetapi juga kesuciannya dengan mengisinya melalui persembahyangan, pembinaan, kebersamaan, dan kegiatan dharma. Ketika umat rajin datang ke pura, sesungguhnya kita sedang menjaga warisan leluhur sekaligus menanamkan nilai spiritual kepada generasi penerus," imbaunya.
Kehadiran Penyuluh Agama Hindu di tengah-tengah persembahyangan rutin ini menegaskan komitmen Bimas Hindu Kementerian Agama dalam memberikan pelayanan dan pembinaan keagamaan yang dekat, berdampak, serta berorientasi pada pelestarian tradisi keagamaan Hindu di seluruh pelosok Nusantara.
Kontributor : Eko Sriwulan