Karanganyar (Bimas Hindu) --- Dalam upaya mengimplementasikan program Green Dharma dan Ekoteologi yang dicanangkan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI, Guru Agama Hindu bersama Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Karanganyar menggelar Gerakan Bersih Tempat Ibadah (Gembira) di Pura Tunggal Ika, Ngargoyoso, Karanganyar, Rabu (19/8/2026).
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.30 WIB ini melibatkan peran aktif siswa-siswi Hindu dari SD Negeri 03 Kemuning, SD Negeri 05 Kemuning, dan SMP Negeri 1 Ngargoyoso. Selain sebagai aksi kepedulian lingkungan, gerakan ini dirancang sebagai sarana edukasi karakter spiritual secara langsung bagi generasi muda Hindu dalam mengamalkan ajaran Tri Hita Karana serta meningkatkan Sradha dan Bhakti kepada Sang Hyang Widhi Wasa.
Aksi kebersihan diawali dengan merapikan area utama mandala dan madya mandala pura, menyapu halaman, hingga membersihkan tanaman liar di sekitar lingkungan pura. Tidak hanya itu, sebagai wujud nyata penerapan prinsip Ekoteologi, rangkaian acara dilanjutkan dengan penanaman pohon matoa di lingkungan pura.
Guru Agama Hindu Kabupaten Karanganyar, Sartono, menegaskan pentingnya mentransformasikan teori keagamaan di kelas menjadi tindakan nyata (laku hidup).
"Seberapapun bagus teori pembelajaran yang telah diterima, jika tidak dilakukan dengan laku, hanya akan sebatas pengetahuan. Dengan laku, siswa dapat mengalami secara langsung bagaimana membangun Sradha dan Bhakti kepada Tuhan," ujar Sartono.
Ia menambahkan bahwa menjaga kesucian dan kebersihan tempat ibadah serta merawat alam merupakan bentuk Bhakti nyata. Melalui penanaman pohon, siswa diajak memahami bahwa menyayangi Tuhan juga berarti menjaga keharmonisan hubungan antara manusia dengan alam (Palemahan).
Gerakan Gembira ini tidak sekadar menjadi kegiatan insidental, tetapi disepakati untuk menjadi agenda rutin bulanan yang diselenggarakan secara bergilir di pura-pura wilayah Kecamatan Ngargoyoso. Melalui sinergi antara guru, penyuluh, siswa, dan umat, Bimas Hindu berkomitmen untuk terus menghadirkan pendidikan agama yang transformatif di mana Dharma tidak hanya diajarkan, tetapi juga dijalankan dan diwariskan dalam kehidupan sehari-hari.
Kontributor : Sri Wagini, S. Ag