Topeng Sidakarya Jadi Penyempurna Yadnya, Penyuluh Hindu Karangasem Dampingi Umat dalam Ngeroras

Pementasan Topeng Sidakarya dalam Pitra Yadnya Ngeroras

Karangasem (Bimas Hindu) Topeng Sidakarya bukan sekadar bagian dari kesenian tradisional Bali. Dalam pelaksanaan yadnya, topeng ini memiliki makna sakral sebagai simbol puput atau penyempurna rangkaian upacara.

Makna tersebut kembali dihadirkan dalam rangkaian Upacara Pitra Yadnya Ngeroras di Desa Adat Sukaluih, Desa Amerta Bhuana, Karangasem, Rabu (19/8/2026). Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karangasem melalui Penyuluh Agama Hindu I Gusti Ananjaya turut mendampingi umat sekaligus memfasilitasi pementasan Topeng Sidakarya.

Pendampingan dilakukan sebagai bagian dari pelayanan keagamaan kepada masyarakat adat agar rangkaian upacara dapat berlangsung tertib dan lancar serta tetap sesuai dengan dresta atau tradisi yang berlaku.

“Topeng Sidakarya bukan sekadar kesenian, melainkan simbol penyempurna (puput) dari sebuah yadnya. Kami hadir untuk memfasilitasi agar prosesi sakral ini berjalan dengan lancar, sekaligus mendampingi umat dalam memperkuat sradha dan bhakti mereka kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa serta para leluhur,” ujar Ananjaya.

Kehadiran Topeng Sidakarya dalam rangkaian Ngeroras sekaligus menunjukkan eratnya hubungan antara praktik keagamaan dan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun. Nilai tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan pelaksanaan Pitra Yadnya di tengah masyarakat Hindu Bali.

Masyarakat Desa Adat Sukaluih mengikuti rangkaian prosesi dengan khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Partisipasi warga menjadi bagian dari upaya bersama dalam mempertahankan nilai-nilai keagamaan dan tradisi leluhur yang hidup di tengah masyarakat.

Melalui pendampingan penyuluh, Kemenag Karangasem terus mendorong pelayanan keagamaan yang hadir langsung di tengah umat. Upaya tersebut sekaligus mendukung pelestarian adat, tradisi, dan budaya Hindu Bali agar tetap berjalan seiring dengan penguatan sradha dan bhakti umat.

Pendampingan dalam pelaksanaan Ngeroras di Desa Adat Sukaluih diharapkan tidak hanya membantu kelancaran prosesi, tetapi juga memperkuat pemahaman umat terhadap nilai dan makna yang terkandung dalam setiap rangkaian yadnya.

Kontributor : Finxi


Berita Daerah LAINNYA