Selaraskan Brahmacari Hingga Sannyasa, Umat Hindu Kota Agung Bedah Teologi Catur Asrama

Sarasehan keagamaan membedah ajaran Catur Asrama

Tanggamus (Bimas Hindu) — Menguatkan pemahaman etika spiritual dan tata susila dalam kehidupan masyarakat, umat Hindu Dusun Sidorukun, Desa Kota Agung, Kecamatan Kota Agung Pusat, Kabupaten Tanggamus menggelar sarasehan keagamaan membedah ajaran Catur Asrama, Jumat (4/9/2026).

Sarasehan yang dipimpin oleh Romo Mangku Sumino bersama tokoh umat, Ngadirun, ini menjadi wadah diskusi untuk mendalami kerangka teologi Catur Asrama yakni empat jenjang tahapan kehidupan manusia yang meliputi Brahmacari Asrama (masa menuntut ilmu), Gṛhastha Asrama (masa berumah tangga), Wanaprastha Asrama (masa mengendalikan diri dari keterikatan duniawi), dan Sannyasa Asrama (masa pengabdian spiritual penuh).

Dalam diskusi tersebut, umat dibimbing agar tidak mencampuradukkan kewajiban pada tiap tahapan usia, melainkan menjalankannya secara seimbang berdasarkan landasan Dharma.

Tokoh keagamaan Tanggamus, Romo Mangku Sumino, menegaskan bahwa pemahaman Catur Asrama sangat krusial agar setiap individu memiliki panduan moral yang jelas dalam bertindak.

"Catur Asrama mengajarkan kita bahwa setiap tahapan kehidupan memiliki kewajiban dan tujuan masing-masing. Ketika kita mampu menjalankannya dengan landasan Dharma, kehidupan akan menjadi lebih terarah, harmonis, dan memiliki makna spiritual," ungkap Romo Mangku Sumino.

Senada dengan hal tersebut, tokoh masyarakat Hindu Sidorukun, Ngadirun, menyampaikan bahwa sarasehan ini menjadi ruang saling mengingatkan agar umat senantiasa menjaga kerukunan dalam keluarga dan masyarakat.

"Sarasehan seperti ini bukan hanya untuk menambah pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang untuk saling mengingatkan dan menguatkan. Dengan memahami Catur Asrama, kita belajar menempatkan diri, menjalankan kewajiban dengan baik, serta menjaga keharmonisan dalam keluarga dan masyarakat," tutur Ngadirun.

Melalui pendalaman Catur Asrama ini, Kemenag dan tokoh keumatan Tanggamus berkomitmen untuk terus membina kesadaran spiritual masyarakat agar tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab, bijaksana, serta harmonis secara sosial maupun keagamaan.


Berita Daerah LAINNYA